Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Selamat Jalan I Ketut Redi Mustika, Wasiat Terakhirnya Terkuak Usai Guru SDN I Kubutambahan Itu Meninggal saat Melukat di Pantai Banyuning Buleleng

Dian Suryantini • Kamis, 1 Mei 2025 | 15:16 WIB
Jenazah Redi Mustika yang meninggal tenggelam saat melukat di Pantai Banyuning dievakuasi petugas ke Puskesmas.
Jenazah Redi Mustika yang meninggal tenggelam saat melukat di Pantai Banyuning dievakuasi petugas ke Puskesmas.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Duka masih menyelilmuti SDN 1 Kubutambahan atas meninggalnya guru I Ketut Redi Mustika ,41, saat melukat di Pantai Banyuning,Buleleng. 

 

Pak Redi—begitu ia akrab disapa—selama ini dikenal sebagai sosok guru yang ceria, penuh semangat, dan selalu hadir dengan senyuman.

 

Ia mengajar mata pelajaran Agama Hindu sejak tahun 2015 dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sekolah. Namun kini, hanya kenangan yang tersisa.

 Baca Juga: Melukat Seorang Diri Berujung Tragedi: Dikira Berenang Ternyata Guru di Buleleng Ini Telah Meninggal Tenggelam

“Kalau Pak Redi ada, suasana sekolah selalu ramai. Saat istirahat, beliau sering bercanda, membuat semua orang tertawa,” kenang Putu Yuli Krisniati, Plt. Kepala SDN 1 Kubutambahan.

 

Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik keceriaan itu, Pak Redi diam-diam menyimpan beban.

 Baca Juga: Melukat di Air Telaga Waja Pura Dalem Batu Pageh, Jejak Spiritual Dang Hyang Nirartha Yang Berada Di Tebing Goa Menghadap Langsung Ke Samudra Hindia

Sejak awal tahun 2025, sikapnya berubah. Ia tampak lebih pendiam, menjauh dari pergaulan, dan tubuhnya pun semakin kurus.

 

Ia sempat menyebut soal sakit asam lambung, namun enggan berbagi lebih jauh.

 

Tragisnya, di hari kepergiannya,Selasa (30/4/2025) Redi Mustika sempat menghubungi beberapa rekannya lewat video call.

 

Ia mengatakan tidak bisa datang mengajar karena sedang mencari dokter di sekitar wilayah Banyuning.

 Baca Juga: Ini Sarana Melukat di Pura Sumur Kembar di Tengah Hutan Cekik

Hanya berselang satu hingga dua jam kemudian, kabar mengejutkan itu datang: Ketut Redi ditemukan mengambang di laut, tak jauh dari Pura Segara Banyuning, tempat dimana ia diduga sedang melakukan ritual melukat.

 

“Dari keterangan saksi, beliau pamit hendak melukat. Dugaan sementara, beliau terpeleset dan terseret arus laut,” ungkap AKP Gede Darma Diatmika, Kasi Humas Polres Buleleng.

 

Polisi kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian guru SD yang penuh dedikasi ini.

 Baca Juga: Bukan Memohon Pesugihan, Ini Tempat Melukat di Tengah Hutan Cekik Gilimanuk

Terlebih, keluarga juga mengungkap bahwa Pak Redi sempat meninggalkan pesan terakhir melalui WhatsApp—berisi permintaan agar jenazahnya dikremasi di Petunon Setra, Desa Adat Buleleng.

 

“Pesan terakhir itu akan kami dalami untuk memastikan konteks dan kebenarannya,” tambah AKP Diatmika.(*)

 

Editor : Suharnanto
#guru #Pantai Banyuning #melukat #I Ketut Redi Mustika #buleleng #SDN I Kubutambahan