JEMBRANAEXPRESS - Pertandingan antara Bali United Vs Persis Solo diwarnai pro dan kontra soal kemunculan Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, yang mengenakan pakaian adat Bali di pinggir lapangan. Bahkan, hal ini menjadi viral.
Video saat media officer Bali United mengenakan pakaian adat tanpa mengenakan sepatu masuk lapangan itu diunggah oleh akun Instagram @forumwasitindonesia.
Dalam video tersebut, terlihat Alexander Mahaputra berdiri di sebelah asisten wasit saat memberi instruksi ketika ada pergantian pemain tuan rumah.
Dalam captionnya, akun tersebut menulis bahwa siapa pun mestinya mengikuti regulasi dalam pertandingan.
"Aturan tetaplah aturan, ntah itu kebijakan kusus dalam regulasi atau pengecualian atau bahkan sudah ada dan ditetapkan, dan kita semua wajib mentaatinya," tulis akun tersebut, dikutip Jumat (1/3/2024).
Peraturan Liga 1 memang mewajibkan seluruh elemen yang terlibat, baik itu pemain, official, hingga wasit, dalam pertandingan untuk mengenakan sepatu saat memasuki area lapangan saat pertandingan berlangsung.
Namun, dalam kasus ini, Alexander ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendapat izin dari pihak LIB (operator liga).
"Sudah izin ke pihak LIB (operator liga)," jawab Alexander Mahaputra melalui pesan singkat saat dikonfirmasi.
Hal ini menimbulkan pro dan kontra. Selain banyak yang menyalahkan, namun ada juga yang membenarkan.
Pembelaan datang di antaranya dari netizen yang menyebut bahwa mengenakan pakaian adat Bali itu karena bertepatan dengan hari Kamis, di mana sesuai Perda Bali diwajibkan menggunakan pakaian adat bagi PNS dan karyawan swasta, terlebih dalam suasana Hari Raya Galungan.
Netizen asal Bali banyak yang mendukung tindakan Alexander dan menganggapnya sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya Bali.
Walau begitu, tak sedikit juga yang menilai bahwa aturan yang sudah ditetapkan tidak boleh dilanggar dan menganggap Liga 1 sebagai "dagelan".
"Maaf kami di Bali masih suasana hari raya Galungan dan kita memakai pakaian adat pastinya memakai sandal jika pakai sepatu itu seperti mengarak ogoh-ogoh. TOLERANSI!!!" tulis @kurniadewita19
"Haha siap mas. Knpa ga sekalian pemain bali di kasi pakaian adat trus main di dalam lapangan? kan toleransi. Kalo toleransi berarti semua dong. bukan hanya 1 orang tok," timpal @23.hengkydimara
"Seumur hidup gua nonton bola enggak pernah liat juga sih opa Wenger pake sarung ditepi lapangan," ujar @nanda.freedy
"Sekali liga dagelan its will always be liga dagelan... liga pro no more dagelan forever," lanjut @hermantoromy
"Ini negara Konoha peraturan pada bikin sendiri sendiri apa ya," ujar @khairul__siddiq
"Kalau lihat liga Indo seperti tarkam saja," ujar @mzak_15
"Liga dagelan," tandas @ichwands_. ***
Editor : Y. Raharyo