Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen Nikmati Ramadhan Pertama di Tanah Air: Ceritakan Kisah Jadi Mualaf

I Putu Suyatra • Rabu, 20 Maret 2024 | 20:16 WIB

Pemain timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen ketika ditemui ANTARA di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (19/3/2024). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Pemain timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen ketika ditemui ANTARA di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (19/3/2024). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

JEMBRANA EXPRESS - Pemain timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen merasakan pengalaman istimewa menjalani bulan Ramadhan pertamanya di Indonesia.

Ragnar, yang baru saja resmi menjadi WNI pada Senin (18/3), mengaku senang karena banyak rekan setimnya yang berpuasa.

"Saya senang mendengar banyak orang di tim yang muslim. Ini adalah alasan baru bagi saya," kata Ragnar di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa.

Pemain Fortuna Sittard itu merasa memiliki banyak rekan satu tim yang berpuasa adalah hal "istimewa".

Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Tak Sabar Debut di SUGBK Bersama Timnas Indonesia: Beri Jawaban atas Sentilan Pemain Vietnam

"Biasanya saya hanya bermain dengan dua, tiga, atau empat pemain yang berpuasa. Sekarang, kami bersama dengan sebagian besar pemain. Ya, itu istimewa," tambahnya.

Ragnar juga merasa istimewa bisa mendengar adzan di mana pun dan kapan pun di Indonesia.

Hal ini berbeda dengan pengalamannya di Belanda.

Baca Juga: Komentar Jay Idzes Jelang Debut Bareng Timnas Indonesia Lawan Vietnam: Sebut Dampak Main Reguler di Venezia

Baca Juga: Libur Sehari, Punggawa Bali United Unggah Liburan di Instagram

"Pertama kali saya mendengarnya saat berlatih," ungkapnya.

"Saya sedang berlatih dan mendengar adzan. Bagi saya, itu sangat indah. Mendengarnya dengan suara doa bersama-sama, itu sangat menarik," imbuhnya.

Ragnar kemudian menceritakan perjalanannya menjadi mualaf.

Sebelumnya, ia beragama Kristen dan kemudian memutuskan untuk memeluk agama Islam pada usia 15 tahun.

Teman-temannya sering mengajaknya ke masjid.

"Saat itu, mereka membawa saya ke masjid untuk belajar tentang Tuhan dan agama, dan bagaimana itu bisa membantu hidup. Hal itu menyentuh saya dan membuat saya memutuskan untuk menjadi muslim," tuturnya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#wni #Adzan #Ragnar Oratmangoen #mualaf #ramadhan #fortuna sittard #timnas