JEMBRANAEXPRESS - Gelandang PSBS Biak, Muhammad Tahir membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan bahwa pemain naturalisasi Indonesia 11-12 atau setara dengan pemain lokal.
Pernyataannya mengundang kontroversi. Apalagi, selama ini beberapa pemain naturalisasi Indonesia disebut memiliki kualitas di atas rata-rata pemain Indonesia.
Berikut perbandingan Thom Haye, gelandang bertahan yang kini menjadi WNI, dengan Tahir yang juga sebagai gelandang bertahan menjadi menarik.
1. Thom Haye
Thom Haye, resmi menjadi WNI pada 18 Maret 2024. Dia sudah menjalani debut saat Timnas Indonesia melawna Vietnam pada 26 Maret 2024 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia menang 3-0, dan Thom Haye mencatatkan 1 assist.
Thom Haye kini berusia 29 tahun, telah berkarier di enam klub, lima di antaranya berada di Belanda (AZ Alkmaar, Willem II, ADO Den Haag, NAC Breda, dan SC Heerenveen), serta satu di Italia, Lecce, dari Juli 2018 hingga September 2019.
Thom, lahir di Amsterdam, Belanda pada 9 Februari 1995, memiliki darah Indonesia dari kakek ayahnya yang lahir di Solo, Jawa Tengah pada 30 Desember 1925.
Dia pernah membela Timnas Belanda dari kelompok usia U15 hingga U21. Bahkan, dia pernah mengantarkan Timmas Belanda U17 menjadi Juara Piala Eropa U17 dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada 2011 dan 2012.
Namun, pemain setinggi 1,87 meter ini belum pernah dipanggil memperkuat Timnas Belanda senior. Saat ini dia membela SC Heerenven di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.
Saat ini, Thom Haye memiliki nilai pasaran Rp52,14 miliar.
2. M Tahir
Muhammad Tahir merupakan pemain kelahiran Jayapura, pada 4 Januari 1994. Orang tuanya berasal dari Makassar yang transmigrasi ke Papua.
Dia memiliki tinggi 1,78 meter. Saat ini menjadi gelandang PSBS Biak yang baru promosi ke Liga 1 setelah menjadi juara Liga 2 musim 2023/2024.
Dia memiliki harga pasar Rp2,17 miliar.
Kariernya berawal dari Tunas Muda Hamadi pada 2006-2011, kemudianm direkrut Persipura Jayapura U21: 2012-2015. Dia juga sempat membela Tim PON Papua pada 2015-2016
Dalam karier profesionalnya, dia pernah membela Persipura Jayapura dari 2016, kemudikan pindah ke RANS Nusantara pada 2023, ketika Persipura degradasi ke Liga 2 pada musim 2021/2022.
Dari RANS FC, dia direkrut Madura United pada awal musim 2023-2024, kemudian dilepas ke PSBS Biak pada putaran kedua sejak 1 November 2023 hingga kini.
Jika Thom Haye pernah membela Timnas Belanda kelompok umur, Muhammad Tahir pernah membela Timnas Indonesia dari kelompok umur maupun senior.
Tapi, Tahir pernah menjadi satu dari 34 pemain yang dipanggil Shin Tae yong untuk pemusatan latihan (TC) pada tanggal 13 hingga 23 Februari 2020 untuk persiapan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand pada 26 Maret 2020, dan lawan Uni Emirat Arab pada 31 Maret 2020.
Tapi, kualifikasi melawna Thailand dan UEA diundur ke tahun 2021 karena pandemi Covid-19. Dalam kualifikasi itu, Tahir dicoret, tidak masuk dalam 28 pemain yang resmi dibawa Shin Tae yong mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022.
Berikut perbandingan mencolong Thom Haye dan Muhammad Tahir, dua gelandang naturalisasi dan lokal.
Thom Haye:
Usia: 29 tahun (lahir 9 Februari 1995)
Kebangsaan: Indonesia (sejak 18 Maret 2024)
Karier Junior: AZ Alkmaar
Karier Senior:
AZ Alkmaar (2014-2016)
Willem II (2016-2018)
Lecce (Italia, 2018-2019)
ADO Den Haag (2018-2020)
NAC Breda (2020-2022)
SC Heerenveen (2022-sekarang)
Tim Nasional:
Belanda U-15 (2010): 5 pertandingan
Belanda U-16 (2010-2011): 6 pertandingan
Belanda U-17 (2011-2012): 18 pertandingan, 3 gol
Belanda U-19 (2012-2013): 7 pertandingan, 2 gol
Belanda U-20 (2013-2014): 1 pertandingan
Belanda U-21 (2014): 9 pertandingan
Indonesia (2024-sekarang): 1 pertandingan, 1 assist
Prestasi:
Juara Piala Eropa U-17 (2x): 2011, 2012
Nilai Pasar: Rp52,14 miliar (Transfermarkt)
Muhammad Tahir:
Usia: 30 tahun (lahir 4 Januari 1994)
Kebangsaan: Indonesia
Karier Junior: Tunas Muda Hamadi, Persipura Jayapura U-21
Karier Senior:
Persipura Jayapura (2016-2020, 2022-2023)
RANS Nusantara (2022)
Madura United (2023)
PSBS Biak (2023-sekarang)
Tim Nasional:
- Dipanggil Timnas Senior (2020) tapi tidak lolos seleksi.
Nilai pasar Rp2,17 miliar (Transfermarkt). ***
Editor : Y. Raharyo