Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

DRAKOR? Shin Tae yong: Dulu Bobol Gawang Timnas Indonesia U23, Kini Harus Balaskan Dendam ke Korsel U23

Y. Raharyo • Jumat, 26 April 2024 | 03:29 WIB
Pelatih Shin Tae-yong saat memantau permainan Timnas Indonesia U23 di ajang Piala Asia U23 2024 Qatar.
Pelatih Shin Tae-yong saat memantau permainan Timnas Indonesia U23 di ajang Piala Asia U23 2024 Qatar.

JEMBRANAEXPRESS - Menjadi pelatih Timnas Indonesia U23 di ajang Piala Asia U23 seperti plot twist dalam drama Korea. Bagaimana tidak, dulu Shin Tae yong menjadi pahlawan kemenangan Timnas Korsel U23 saat menggulung Timnas Indonesia U23, kini dia harus membalaskan dendam bagi Timnas Indonesia U23 terhadap dirinya sendiri.

Kisahnya begini.

Pada 24 Maret 1991, sebagaimana yang tercatat di laman Transfermarkt menjadi pertandingan pertama Timnas Indonesia U23 berhadapan Korsel U23.

Itu adalah laga uji coba.

Seorang anak muda berusia 20 tahun bernama Shin Tae-yong melangkah ke lapangan hijau dengan penuh semangat.

Ia mengenakan jersey Timnas Korea Selatan U-23, siap bertanding melawan Timnas Indonesia U-23.

Pertandingan baru berjalan 5 menit. Namun, pemuda bernama Shin itu sudah menggetarkan gawang Indonesia.

Golnya menjadi awal dari kekalahan telak 5-0 Timnas Indonesia U-23.

Shin Tae-yong menambah golnya pada babak kedua, mengantarkan Korea Selatan meraih kemenangan meyakinkan.

Dua hari kemudian, dilakukan pertandingan uji coba kedua. Hasilnya, Garuda Muda tetap kalah dengan skor 3-1 dari Shin Tae yong dkk. Meski kalah, Timnas Indonesia U-23 berhasil membobol gawang Korea Selatan untuk pertama kalinya.

Dua laga itu tercatat dalam sejarah sebagai pertemuan awal Timnas Indonesia U23 melawan Korsel U23.

Baca Juga: Kesayangan Shin Tae yong Jegal Madura United Susul Bali United ke Championship Series di Pekan ke-33 Liga 1

Sejak saat itu, Timnas Indonesia U-23 sudah enam kali bertemu dengan Korea Selatan U-23. Dalam dua leg kualifikasi Olimpiade 1996 pada 1995. 

 

Dalam dua leg kualifikasi Olimpiade 1996 Grup C yang berlangsung pada 25 Mei 1995 dan 22 Agustus 1995, Garuda Muda juga tak berdaya.

Hasilnya Timnas Indonesia U23 kalah 1-2 dalam laga kandang, kemudian kalah 0-1 di tandang.

Kedua tim kembali berjumpa pada kualifikasi Olimpiade 2000. Justru lebih tragis. Bambang Pamungkas dkk dihajar Lee Dong-gook dkk dengan skor telak 0-7.

Terakhir, Timnas Indonesia U23 lawan Korsel U23 terjadi pada 2018 lalu. Persisnya pada 23 Juni.

Timnas Indonesia U23 diasuh Luis Milla. Timnas Indonesia diperkuat beberapa nama pemain muda yang kelak mewarnai sepak bola tanah air.

Seperti Ricky Fajrin (kini Bali United), Putu Gede (Bhayangkara FC), Riko Simanjuntak (Persija), M Ridho (Bali United), Hansamu Yama (Persija), Rezaldi Hehanusa (Persib) dan Febri Hariyadi (Persib).

Hasilnya kalah lagi. Skornya tipis: 1-2.

Bertahun-tahun kemudian, Shin Tae-yong setelah mencatatkan sebagai salah satu pemain sepak bola yang sukses bersama Timnas Korsel dan di klub, saat gantung sepatu dia menjelma menjadi pelatih sepak bola yang disegani.

Awalnya menjadi pelatih klub Seongnam Ilhwa yang pernah dibelanya saat jadi pemain. Bahkan meraih juara Juara Liga Champions AFC pada 2010 untuk Seongnam Ilhwa.

Ia juga sempat menjadi pelatih Timnas Korsel di Piala Dunia 2018. Memukul Jerman dengan skor 2-0. Tapi gagal membawa Korsel ke babak gugur.

Kesuksesan itu mengantarkan Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuannya. Namun, Shin Tae-yong perlahan menunjukkan sihirnya.

Shin Tae yong meloloskan Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia U20, kemudian membawa Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 dan lolos ke 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia U-23 juga menjelma menjadi tim yang kuat dan penuh semangat.

Mereka lolos ke Piala Asia U-23 2024 untuk pertama kalinya, dan bahkan melaju ke babak perempatfinal.

Perjalanan Timnas Indonesia U-23 belum berakhir. Di babak perempatfinal, mereka akan menghadapi lawan terberat: Timnas Korea Selatan U-23, negara asal Shin Tae-yong.

Laga ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang balas dendam. Shin Tae-yong ingin membawa Garuda Muda mengalahkan negaranya sendiri, dan menghapus luka kelam dalam enam laga, termasuk di tahun 1991 ketika Shin Tae yong menggelontor dua bola ke dalam gawang Timnas Indonesia U23.

Pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Timnas Korea Selatan U-23 diprediksi akan berlangsung sengit.

Kedua tim akan melakoni berjumpaan ketujuh pada Kamis (25/4/2024) malam waktu Qatar, atau Jumat (26/4/2024) dini hari WITA. Mampukah Shin Tae yong membalaskan dendam Timnas Indonesia U23 atas tim dari negara yang pernah dibelanya? ***

Editor : Y. Raharyo
#Timnas Indonesia U23 #shin tae yong #piala asia u23 #drakor