JEMBRANA EXPRESS - Arkhan Fikri dan Justin Hubner nyaris saja menjadi bahan bullyan seantero Indonesia.
Pasalnya, kedua pemain ini sempat gagal memasukkan bola di drama adu pinalti saat Indonesia U23 melawan Korea Selatan di babak 8 besar Piala Asia U23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Jumat dini hari.
Berbeda dengan Arkhan Fikri, Justin Hubner tertolong karena kesalahan kiper Korea dengan melakukan foul saat bola hendak disepak Justin. Beruntung, di percobaan keduanya, bola mendarat mulus di gawang.
Tapi, di kasus Arkhan Fikri berbeda. Indonesia sebenarnya unggul setelah Ernando Ari sempat menepis tendangan.
Dan Indonesia bisa memastikan diri lebih awal lolos jika sepakan Arkhan Fikri masuk ke gawang. Tapi sayang, tendangan pemain Arema FC ini melenceng dari sasaran. Sehingga Korea Selatan mendapat nafas tambahan.
Beruntung, kiper Ernando Ari kembali memblok sepakan pinalti pemain Korea Selatan sehingga asa Indonesia lolos semakin besar.
Dan pada akhirnya Pratama Arhan menjadi penentu setelah sepakannya melenggang mulus ke gawang. Indonesia menang dengan keunggulan 11-10 dalam babak adu kiper tersebut.
Dan selayaknya tabiat netizen Indonesia, kegagalan adalah sesuatu yang disesalkan dimana pelariannya adalah menyerang media sosial yang bersangkutan. Netizen pun menyarankan agar Justin Hubner dan Arkhan Fikri wajib mentraktir Ernando Ari setelahnya.
Komentar ini terpantau di Instagram @pengamatsepakbola.
"Arkhan astagaaa. Hampir kau dihujat se Indonesia. Sana belikan gorengan Nando (Ernando Ari-red)," tulis akun @erickhermawan.p dengan sarkas.
Selain gorengan, netizen lain juga menyarankan mentrakrir Ernando gorengan plus kopi karena gorengan tanpa kopi tidak nikmat ketika disantap.
"Sama kopi itu Nando pucat," sahut akun @theonly.kmla
"Wkwkwkwk satu Indonesia spot jantung," celetuk akun @ramesafrida.
Itulah beberapa komentar lucu dan sarkas netizen Indonesia ketika drama menengangkan tersebut. Indonesia lolos secara dramatis dan mencetak sejarah di Piala Asia U23 sebagai debutan dengan mencapai semifinal untuk pertama kalinya. ***
Editor : Y. Raharyo