JEMBRANAEXPRESS - Laga Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Korsel di perempat final Piala Asia U-23 Qatar dipenuhi drama. Salah satunya adalah drama ketika Arkhan Fikri gagal sebagai eksekutor tendangan penalti. Menariknya, di balik penalti yang gagal itu ada pembangkangan eks pemain Bali United.
Laga Timnas Indonesia U23 Vs Korsel dipenhi drama. Setelah berakhir dengan skor 2-2 dalam waktu normal dan 2 kali perpanjangan waktu, pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti.
Dalam adu penalti skor masih 5-5. Indonesia berhasil mencetak lima gol penalti dari Ramadhan Sananta, Pratama Arhan, Rafael Struick, Marselino Ferdinan, dan Justin Hubner.
Justin Hubner sempat gagal sebagai eksekutor sebagai penendang kelima, namun harus diulang karena kiper Korsel lebih dulu maju sebelum bola di tendang Justin. Tendangan kedua Justin akhirnya membuahlan gol. Skor masih 5-5.
Timnas Indonesia U23 mendapat kesempatan untuk bisa menang lebih cepat ketika penendang keenam Korsel gagal mencetak gol karena bola berhasil ditepis Ernando Ari.
Skor masih 5-5, dan Timnas Indonesia U23 punya kesempatan emas melalui penendang keenam.
Arkhan Fikri maju sebagai penendang keenam. Dia terlihat percaya diri menutup laga tersebut.
Ternyata, tendangannya melenceng ke kiri. Maka skor tetap 5-5. Adu penalti dilanjutkan.
Namun, di balik Arkhan Fikri sebagai penendang keenam ini ada cerita menarik yang diungkap Ramadhan Sananta, di podcast kanal YouTube Sport77 Official.
Baca Juga: Bukan Memohon Pesugihan, Ini Tempat Melukat di Tengah Hutan Cekik Gilimanuk
Dia mengungkapkan bahwa penendang keenam seharusnya bukan Arkhan Fikri. Melainkan Kelly Sroyer.
Sananta menceritakan, saat skor 5-5, dan penendang keenam Korsel gagal mencetak gol, coach Shin Tae-yong meminta pelatih kiper Yoo Jae-hoon untuk menyiapkan penendang keenam.
"Jadi sebenarnya Kelly yang disuruh Coach Shin Tae-yong sebagai penendang keenam atau tendangan penentu, akan tetapi Coach Yoo Jae-hoon menyuruh Arkan Fikri, karena dilihat Arkan Fikri itu wajahnya siap untuk ambil penalti," kata Ramadan Sananta.
Bahkan, Yoo Jae-hoon yang pernah menjadi kiper Bali United itu sempat ketakutan ketika Arkhan Fikri gagal mencetak gol. Khawatir gegara Arkhan Fikri gagal eksekuti penalti, Timnas Indonesia U23 gagal melaju ke semifinal atau kalah lawan Korsel U23.
Yang lebih dikhawatirkan coach Yoo, kekalahan ini gegara dia "membangkang" dari perintah coach Shin yang menyuruhnya menyiapkan Kelly Sroyer, tapi menggantinya dengan Arkhan Fikri.
"Kalau misalnya tendangan itu tidak gol dan kalah, pasti Coach Yoo Jae-hoon selesai dimarahin sama Coach Shin Tae-yong, soalnya saat Arkhan Fikri maju Coach Shin Tae-yong kaget loohhh kok Arkhan, karena Coach Yoo itu melihat Kelly tidak siap dan yang siap Arkhan," lanjutan Ramadhan Sananta.
Bahkan dengan gagalnya gol Arkan Fikri, sampai membuat Arkhan nangis merasa sedih karena tendangannya tidak gol.
"Coach Shin sampai bilang ke Arkhan, 'kamu besok jangan nendang lagi ya'. tapi bercanda dan temen-temen juga tertawa," kata dia.
Kelly Sroyer akhirnya jadi penendang ketujuh. Dia berhasil melesakkan bola ke gawang Korsel.
Penalti berlanjut sampai akhirnya selesai dengan skor 10-11. Gol penalti terakhir Indonesia lewat Pratama Arhan. Indonesia memang dengan skor 13-12.
Pemain, pelatih, dan official, serta suproter Indonesia yang memenuhi stadion pun bersorak Tak terkecuali Arkhan Fikri yang segera memeluk Pratama Arhan.
Tampak, pelatih Shin Tae yong dan asisten pelatih kiper Yoo Jae-hoon juga berpelukan. ***
Editor : Y. Raharyo