Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kisah Penglingsir Pengempon Pura Gili Menjangan: Sempat Putus Asa, Gadjah Mada Hadir Terang-Terangan, Diminta Tetap Bertahan  

I Putu Mardika • Minggu, 24 Desember 2023 | 14:35 WIB

 

Pelinggih Patih Gadjah Mada di areal Pura Gili Menjangan, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak
Pelinggih Patih Gadjah Mada di areal Pura Gili Menjangan, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak
JEMBRANA EXPRESS-Pelinggih Patih Gadjah Mada menjadi  salah satu dari belasan pelinggih yang ada di kawasan Pulau Menjangan, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Pemedek yang nangkil bisa melakukan pemujaan di tempat ini, sekaligus sungkem kepada patih Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya itu.

Pelinggih Maha Patih Gadjah Mada menempati posisi urutan keempat untuk disembahyangi oleh pemedek. Patung Gadjah Mada ini berada di bangunan pendopo. Gajah Mada juga disejajarkan dengan Ida Betara Lingsir Wisnu Murti.

Jika dilihat secara seksama, patung pelinggih Gajah Mada mengambil posisi duduk seperti bersemedi dengan posisi tangan mengambil sikap amustikarana di areal utama mandala pendopo. Di atas kepala patung terdapat pita merah mutih yang melingkarinya.

Sementara di areal madya mandala pendopo terdapat sejumlah patung. Ada pula bendera merah putih yang posisinya berada di sisi kiri pendopo. Pemangku pun selalu stand by di areal pendopo untuk menunggu pemedek.

Para pemedek yang nangkil bisa melaksanaakan sembahyang di pendopo tersebut. Mereka menggunakan sarana banten pejati pada umumnya. Usai sembahyang tidak jarang pemedek melakukan sungkem kepada Mahapatih Majapahit tersebut sembari berdoa menyampaikan berbagai macam permohonan.

Penglingsir Pengempon Pura Gili Menjangan, Ratu Ibu Tungga Bhuwana Pertiwi, 63 mengisahkan,  keberadaan Pelinggih Gadjah Mada memang tidak lepas dari kisah perjalanannya sebagai penglingsir pengempon Pura Gili Menjangan.

Wanita yang saat masih walaka bernama Tjokorda Istri Rai Suryatini mengatakan kejadiannya sekitar tahun 1999 saat masih berkarir sebagai pengusaha. Sedangkan sang suami masih bekerja sebagai pegawai pemerintahan di Kantor Bupati Pemkab Buleleng.

Kala itu, sang suami juga sempat menjabat sebagai Kabag keuangan, kepala dispenda, dan Asisten. Akhrrnya dengan berbagai pertimbangan, sang suami memilih mengundurkan diri. “Daripada pikiran bercabang, kami sepakat untuk focus ngayah. Memang sudah kejumput itu sejak tahun 1988 lalu,” ceritanya.

Selama itu, Ratu Ibu kerap menerima suara aneh yang membisiki telinganya. Ia mengaku seolah ada seseorang yang mengikuti setiap langkahnya. Bahkan, meminta dirinya tidak boleh berbuat hal yang curang dan tetap jujur.

“Beliau selalu mengikuti usaha tiang. Kamu tidak boleh curang. Kamu, begitu juga suami kalau dapat rejeki bagi-bagikan. Sampai saya penasaran siapa yang memberitahu bisikan seperti itu? Saya cerita ke suami, trus suami juga tanya ke saya, yang sulit saya jelaskan siapa yang memberikan bisikan itu,” imbuhnya.

Waktu berlalu, setelah menerima pawisik, ia pun memulai mewujudkan sejumlah pelinggih di dikawasan Pulau Menjangan sejak tahun 1999. Namun, perjalanannya tidak mudah. Ada banyak ancaman yang justru ia terima.

Meski tak menyebutkan secara detail bentuk ancaman tersebut, hingga akhirnya Ratu Ibu mengaku sempat putus asa bersama sang suami. Terlebih, ia dan suami sudah memutuskan untuk pensiun dan fokus menjalani hari hari di jalur spiritual. Pilihan berat tersebut memang sempat membuat ia dan suaminya cekcok.

“Akhirnya saya pilih mepamit (mundur, Red) di tahun tahun 2001 sebagai pengempon pura di Menjangan. Nah di tengah keputusasaaan saya dicari sama Gajah Mada, secara terang-terangan. Beliau meminta agar saya dan suami tetap bertahan menjadi pengemponnya di pura ini, dan astungkara sampai saat ini masih bertahan,” kenangnya. (dik)

EDI JATMIKO. Dosen Fakultas DKV ISI Jogjakarta. (DOK PRIBADI)
EDI JATMIKO. Dosen Fakultas DKV ISI Jogjakarta. (DOK PRIBADI)
Editor : I Putu Mardika
#pulau menjangan #Pura Gili Menjangan #Gadjah Mada #Ratu Ibu Tungga Bhuwana Pertiwi