Kunang ring wara landep, saniscara kliwon, pujawalin bhatara siwa, mwah yoganira sanghyang pasupati, pujawalinira bhatara siwa, tumeng putih kuning adanan, iwak sata putih, sarupane wenang, gerang, trasi bang, sedah who, aturakna ri sanggar. Yoganira sanghyang pasupati, sasayut paśupati 1, sasayut jayeng perang 1, sasayut kusuma yudha 1, suci 1, daksina 1, peras ajuman 1, canang wangi, tadah pawitra, reresik, astawakna ring sarwa dewa lalandep ing aperang, kalinganya rikang wwang, apasupati landep ing idep, samangkana, lekasakna sarwa mantra wisesa, danu dhara, uncarakna ring bhusana ning paperangan kunag, minta kasidyan ring Sang Hyang Pasupati
Jika diterjemahkan: Pada wuku landep, yakni pada hari Sabtu Kliwon Landep merupakan hari suci Bhatara Siwa dan hari suci Sanghyang Pasupati. Sesajen untuk persembahan kepada Bhatara Siwa terdiri atas tumpeng putih kuning, daging ayam putih, ikat teri, terasi merah, sedahan who dipersembahkan di Sanggar. Sesajen untuk persembahan kepada Shangyang Pasupati terdiri atas 1 sasayut pasupati, 1 sasayut jayeng perang, 1 sasayut kusuma yudha, 1 suci, 1 daksina, 1 peras ajuman, canang wangi, tadah pawitra (air suci), reresik, dipersembahkan kepada para dewa penguasa senjata tajam yang digunakan di medan perang. Maknanya adalah menajaman batin dan pikiran. Karena itu, pada hari itu umat wajib merapalkan mantra-mantra mujarab, terutama mantra danurdhara, dirapalkan untuk mendoakan kekuatan busana perang, mohon keberasilan kepada Sang Hyang Pasupati
Nyoman Suardika mengatakan, penggunaan Sesayut Pasupati pada upacara Tumpek Landep dilakukan mengingat benda-benda tersebut merupakan alat untuk mempertahankan diri dan alat sakral sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kekuasaan serta wibawa dalam teritorial tertentu.
Banten Sesayut Pasupati ini umumnya dihaturkan pada mobil dan sepeda motor. Pemangku yang memimpin upacara umumnya memercikan tirtha dan mengoleskan minyak yang terdapat pada Banten Pasupati.
Banten sesayut pasupati yang digunakan pada saat upacara Tumpek Landep ditujukan kepada Sang Hyang Pasupati agar yang diharapkan oleh umat dapat terkabul. Selain itu untuk memohon keselamatan di dalam memanfaatkan alat-alat yang digunakan pada kehidupan.
Pasupati juga merupakan permohonan untuk menghidupkan benda-benda sakral dengan menggunakan Upacara Pasupati untuk dapat memberi kekuatan magis pada benda. ”Jadi tumpek landep tujuannya mengasah pikiran layaknya perabotan-perabotan yang digunakan tersebut supaya lebih tajam dan berguna untuk kebaikan. Pikiran yang tajam akan mampu memerangi kebodohan dan menekan sifat bhutakala dalam diri,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika