Pangempon pura, Jro Mangku Murtiasa, 52 menuturkan, di Pura Mandara Giri Semeru Agung berstana Hyang Siwa Pasupati dengan pelinggih Padmasana yang berada di Jeroan Pura. Padmasana ini memiliki tinggi sekitar 30 meter.
Ia menjelaskan, saat umat Hindu di Bali yang hendak nuur tirta di Petirtan Watu Klosot, Kaki Gunung Semeru untuk sarana upacara besar di Bali wajib menstanakan tirta terlebih dahulu di Pura Mandara Giri sebelum dibawa ke Bali. Bahkan, wajib hukumnya tirta tersebut dipasupati.
“Meskipun tirta diperoleh langsung dari petirtaan Watu Klosot, maka wajib untuk dipasupati di Pura Mandara Giri. Kalau tidak dipasupati maka bisa dikatakan tidak sah,” ujarnya.
Saat pujawali, Pura Mandara Giri juga kerap dipadati pemedek. Bahkan, prosesi ngaturang penganyar dan panitia berasal dari Bali. “Tiap tahun saat pujawali Purnama Sasih Kasa semua dari Bali. Termasuk dari panitia, provinsi hingga kabupaten ngaturang penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung,” imbuhnya.
Pria yang ngayah hampir 35 tahun di Pura Mandara Giri ini menambahkan banten dan sarana upakara saat pujawali digelar juga dikombinasikan dengan budaya Jawa dan Bali. “Dulu pas pandemi Covid, hanya umat Hindu di sekitar Senduro saja yang melakukan pemujaan karena ada batasan. Kalau Galungan dan Kuningan hanya warga sekitar saja yang sembahyang,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika