Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Ada Sanksi bagi Warga Taro Jika Cuntaka Watugunung Dilanggar

I Putu Mardika • Senin, 22 Januari 2024 | 19:52 WIB

Pura Agung Gunung Raung di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar
Pura Agung Gunung Raung di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar
JEMBRANA EXPRESS-Kepercayaan dan keyakinan tentang mitos cuntaka wuku Watugunung tersurat dalam Purana Pura Agung Gunung Raung. Dalam purana tersebut disebutkan tentang keberadaan mitos cuntaka wuku Watugunung di Desa Taro Kaja sebagai berikut:

“Ring wewidanga Desa Taro Kaja manut dresta sakeng nguni katkeng mangke, ring kenjekang Wuku Watugunung, ngawit sakeng rahina Redite Watugunung rauh Budha Kliwon Sintha, natan dadya rumanjing maring sakancaning wewidanga parhyangan mwang genah kang sinengguh suci. Yan hana sinalih tunggil warga sakeng Desa Adat Taro utawi sakeng desa lyanan mamurug dresta inucap, waduwa ika kakenaning banten pakeludan…”

Terjemahannya: “Di wilayah Desa Taro, sesuai dengan adat terdahulu sampai sekarang, setiap wuku Watugunung, mulai hari Minggu wuku Watugunung sampai dengan hari Rabu kliwon wuku Sinta, tidak boleh masuk ke dalam pura dan tempat-tempat yang dianggap suci. Apabila ada salah satu warga dari Desa Adat Taro atau dari desa lain yang melanggar adat itu, maka orang itu akan dikenai banten pakeludan…”

Dikatakan Jero Mangku Ketut Telaga Desa Taro Kaja sangat mempertahankan tradisi cuntaka wuku Watugunung. Dalam kurun waktu sepuluh hari masyarakat Desa Taro dilarang memasuki areal pura dan tempat-tempat suci lainnya.

“Apabila ada warga yang melanggar ketentuan tersebut maka akan dikenai denda berupa banten pakeludan. Demikian pula halnya umat Hindu yang lainnya, dalam kurun waktu ini dilarang memasuki dan melakukan persembahyangan di Pura Agung Gunung Raung dan pura-pura yang lainnya yang ada di wilayah Desa Taro,” sebutnya.

Pintu masuk menuju areal pura akan ditutup digembok oleh krama pecalang Desa Taro. “Namun ketika hari Saraswati masyarakat Desa Taro melakukan perebuan dan mempersembahan banten kepada Sang Hyang Aji Saraswati dilaksanakan di balai dangin,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Cuntaka #desa taro #Pura Agung Gunung Raung #watunggunung