Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Paluang Nusa Penida, Pelinggih Mobil VW Beetle dan Jimmy, Ada sejak 300 tahun Silam  

I Putu Mardika • Kamis, 25 Januari 2024 | 22:14 WIB

 

Pelinggih Mobil di Pura Paluang Nusa Penida, Klungkung yang menyerupai VW Batle
Pelinggih Mobil di Pura Paluang Nusa Penida, Klungkung yang menyerupai VW Batle
JEMBRANA EXPRESS-Pelinggih berbentuk mobil tidak hanya ditemukan di Desa Sangket maupun Desa Lumbanan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Tetapi juga dapat ditemukan di Pura Paluang, yang terletak di Dusun Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Pura Paluang ini jaraknya jauh dari area pemukiman warga. Saat memasuki areal pura ada beberapa bangunan yang akan dijumpai seperti dapur, tempat peristirahatan pemangku, dua wantilan, serta tangki air yang berada di sebelah candi bentar pura sedangkan untuk area jeroan (dalam) pura terdapat 13 pelinggih yang sebagian besar terbuat dari batu paras putih khas Nusa Penida.

Sekilas keberadaan Pura ini tidak ada bedanya dengan Pura di Bali pada umumnya. Tapi bila dicermati, ternyata ada dua pelinggih di dalam Pura Paluang tersebut sedikit kurang lazim bentuknya.

Karena pelinggih yang dibangun menyerupai mobil jenis Jimny dan VW Beetle. Pelinggih mobil ini adalah altar pemujaan sebagai simbol stana manifestasi Tuhan Ida Bhatara Ratu Gede Sakti Ngurah dan Hyang Mami atau Siwa Durga di Pura Paluang Nusa Penida.

Pelinggih yang berbentuk Mobil VW Beatle berada di atas sebuah panggung, lengkap dengan ukiran pada bagian sisinya. Mobil ini dipoles berwarna emas pada bagian kap, dan coklat kekuningan pada bagian badan mobil.

Berjarak tidak jauh dari mobil VW, terdapat mobil Jimmy yang tampak bercat merah dan bagian lainnya berwarna abu-abu seperti warna dasar semen dengan kaca depan tertutup, dan terdapat dua naga berwarna hijau emas kedua sisinya

Kemudian di depannya terdapat meja untuk tempat menghaturkan sesaji. Setiap mobil berisikan plat nomor kendaraan, KD 013 untuk plat mobil VW Beatle dan DK 28703 GL untuk plat mobil Jimmy.

Pengempon Pura Paluang, Jro Mangku Gurun Muli, menjelaskan, Pura Paluang pada awalnya hanyalah pura kecil yang berdiri dalam satu mandala saja dan bukan termasuk pura yang diperhitungkan dalam jajaran pura kahyangan jagat di Nusa Penida.

Pura Paluang terbentuk berawal dari sebuah cerita bahwa dulunya seorang warga Karang Dawa ingin membuka lahan perkebunan. Saat proses pengerjaannya, terdapat sebongkah batu karang besar yang harus dipindahkan, setelah dipindahkan keesokan harinya batu tersebut kembali ke tempat semula dan berulang kali terjadi.

Kemudian ada suatu petunjuk atau pesan secara niskala yang diyakini oleh masyarakat Karang Dawa untuk mendirikan sebuah pelinggih di tempat itu yang berada di atas bukit karang dan bersebelahan dengan jurang yang sangat curam, Pura itu adalah Pura Paluang

Seiring berjalannya waktu ada sebuah pawisik (pesan gaib) atau wahyu yang diyakini oleh masyarakat setempat dari Ida Bhatara yang melinggih di pura tersebut yaitu Ratu Gede Ngurah Paluang dan Ratu Gede Sakti Hyang Mami meminta agar masyarakat setempat membuatkan pelinggih mobil, karena beliau di alam niskala (alam gaib) memiliki kendaraan berupa mobil.

Mobil jimmy lah yang merupakan pelinggih dari Ratu Gede Ngurah Paluang dan Ratu Gede Sakti Hyang Mami. Dimana di dalam pelinggih mobil Jimmy terdapat dua arca lanang istri yang diyakini warga setempat sebagai manifestasi Ida Bhatara yang melinggih yaitu Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah dan Hyang Mami.

Namun, dari pawisik (pesan gaib) beliau meminta agar masyarakat Karang Dawa membuatkan pelinggih berbentuk mobil, karena di alam niskala beliau memiliki kendaraan berupa mobil. Mobil Jimmy merupakan pelinggih Ratu Gede Sakti Hyang Mami

Dimana di dalam pelinggih mobil tersebut terdapat dua arca lanang dan istri yang diyakini warga setempat sebagai manisfestasi Ida Bhatara yang melinggih yaitu Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah Paluang dan Ratu Gede Sakti Hyang Mami.

Sementara itu, mobil VW Beetle merupakan sebagai stana dari anak-anak beliau. Pelinggih mobil ini diceritakan sudah ada sejak 300 tahun yang lalu, sedangkan mobil VW Beetle dari Jerman tersebut diproduksi 1938-2003.

“Dahulu kala Pura Paluang dibangun dengan menggunakan kayu yang menyerupai mobil, tetapi karena kayu tersebut sudah mulai keropos pelinggih mobil ini di renovasi ulang dengan menggunakan batu agar bertahan lama,” ungkapnya.

Pura Paluang yang memiliki arti berpeluang dalam segala hal merupakan sebuah Pura yang memiliki pelinggih berbentuk mobil. Pura Paluang pada hakikatnya berasal dari kata Peluang yang memiliki arti berpeluang dalam segala hal.

Masyarakat Karang Dawa meyakini bahwa kata Peluang tersebut terletak di bagian utama mandala (bagian utama tempat berstananya Tuhan). Kata Peluang diyakini memiliki arti berpeluang dalam segala hal, baik itu berpeluang untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa ataupun berpeluang untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.

“Masyarakat disini menyebutnya Pura Peluang kami meyakini di tempat ini untuk memohon sesuatu baik keselamatan maupun memohon sebuah pekerjaan agar selalu selamat dalam melakukan sebuah pekerjaan,” imbuhnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Pura Paluang #Ratu Gede Sakti Ngurah #vw beetle #Nusa Penida