Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sakralnya Tenun Gringsing Wayang Kebo di Tenganan, Butuh Waktu Lima Tahun Menyelesaikannya 

I Putu Mardika • Kamis, 8 Februari 2024 | 19:16 WIB

 

Kain Tenun Geringsing Wayang Kebo Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem
Kain Tenun Geringsing Wayang Kebo Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem
JEMBRANA EXPRESS-Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem memiliki ikon kain Tenun Gringsing yang disakralkan. Kain tersebut memiliki fungsi dalam aktifitas ritual di Tenganan. Dari belasan motif itu, salah satu diantaranya adalah Motif Wayang Kebo yang sangat sakral dan tidak bisa sembarangan digunakan.

Motif yang ada pada kain tenun gringsing diilhami oleh bentuk-bentuk binatang, pepohonan, rasi bintang, keindahan langit, candi hingga wayang. Hal tersebut sesuai dengan sejarah adanya desa Tenganan Pegringsingan dan tenun Gringsing. Berikut nama motif kain tenun Gringsing:

Kelian Adat Tenganan Pegringsingan, Putu Yudiana menjelaskan motif kuno kain tenun diantaranya Wayang Kebo, Wayang Putri, Wayang Candi, Dingding Ai Atau Batun Cagi, Cecempakan Teteledan, Talidandan, Gringsing Isi, Gegonggangan, Pepare, Sitan Pegat, Cemplong, Lubeng, Sanan Empeg, Batun Tuung, Enjekan Sapi dan Dingding Sigading

Diantara motif-motif kain tenun Gringsing di atas, salah satu motif yang disakralkan oleh masyarakat desa Tenganan Pegringsingan adalah motif kain tenun Gringsing Wayang Kebo. Kain tenun Gringsing Wayang Kebo masuk dalam kelompok kain tenun Gringsing Wayang, yang diantaranya adalah Gringsing Wayang Putri dan Gringsing Wayang Candi.

Perbedaan antara ketiganya sangat tampak sekali, baik dari segi motif maupun dari pandangan masyarakatnya. Dari segi motifnya, kain tenun Gringsing Wayang Putri tampak terlihat hanya ada wayang putri saja.

Sedangkan Kain tenun Gringsing Wayang Candi tampak lebih dominan pada bangunan yang lebih menyerupai pura atau candi. Sedangkan kain tenun Gringsing Wayang Kebo motifnya lebih kompleks dan menarik.

“Tidak hanya dari segi motifnya, bagi masyarakat Tenganan Pegringsingan kain tenun Gringsing Wayang Kebo adalah kain tenun yang sangat dihormati dan disakralkan,” kata Putu Yudiana.

Kesakralan kain tenun Wayang Kebo bukan tanpa alasan. Sebab, erat kaitannya dengan beberapa upacara adat yang mewajibkan para perempuan untuk mengenakan kain tenun Gringsing Wayang Kebo.

Bahkan, Kain tenun Gringsing Wayang Kebo termasuk dalam kategori harta berharga bagi masyarakat Tenganan Pegringsingan. Sebab, proses pembuatan yang lama dan rumit membuat kain ini sangatlah mahal

“Dilihat dari proses pembuatannya yang membutuhkan waktu hingga lima tahun lamanya, karena kerumitan dalam motif dan tekniknya. Bahkan seorang warga dianggap kaya raya jika memiliki lebih dari satu kain tenun Gringsing Wayang Kebo,” jelasnya.

Hal tersebut karena jika di kalkulasi menurut rupiah, harganya mencapai hingga 700 juta rupiah per kain. Oleh karena itu, masyarakat Tenganan tidak pernah menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa dia memiliki kain tenun Gringsing Wayang Kebo.

Kepemilikan kain tenun Gringsing Wayang Kebo bersifat turun-temurun dari generasi nenek moyang. Ketika seorang ibu memiliki seorang putri, maka kain tenun Gringsing Wayang Kebo yang dimiliki oleh ibu tersebut akan menjadi hak milik putrinya saat ibu tersebut sudah meninggal dunia.

Saat sang ibu belum meninggal dunia, meskipun anak gadisnya sudah berkeluarga maka dia tidak berhak memiliki kain tenun Gringsing Wayang Kebo milik sang ibu. Sehingga dapat dikatakan bahwa kain tenun Gringsing Wayang Kebo adalah warisan yang sangat berharga.

"Masyarakat Tenganan Pegringsingan meyakini bahwa semakin tua usia kain tersebut, maka dia semakin baik khasiatnya, baik untuk ritual adat, upacara persembahan maupun untuk menyembuhkan orang sakit," paparnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#sakral #Desa Adat Tenganan #tenun gringsing #wayang kebo #warisan