Beberapa wisatawan asing pernah mencoba untuk membeli kain tenun Gringsing Wayang Kebo milik seorang warga. Namun adanya peraturan adat yang membatasi dan juga ketaatan seorang warga terhadap peraturan adatnya, maka dibuatlah replika dari kain tenun Gringsing Wayang Kebo.
Hingga saat ini, karena faktor ekonomi dan juga permintaan pasar, beberapa perajin kain tenun Gringsing menerima permintaan kain tenun Gringsing Wayang Kebo. Karena permintaan pasar yang banyak, proses pembuatan yang dahulu mencapai hingga lima tahun lamanya dengan beberapa ritual terlebih dahulu, sekarang dibuat lebih singkat yaitu paling lama sekitar 5 bulan.
Meskipun demikian, kain tenun Gringsing Wayang Kebo tidak hilang nilai estetisnya. Sedangkan pembuatan kain tenun Gringsing Wayang Kebo yang dikenakan untuk keperluan adat, tetap menggunakan beberapa ritual sebelum proses pembuatannya.
Dikatakan Putu Yudiana, kain tenun Geringsing Wayang Kebo memiliki sejumlah fungsi. Pertama bisa digunakan Saput atau pelapis sarung pakaian adat. Dalam penggunaannya dua buah saput wajib disatukan menjadi satu lembar kain (mekembar) sehingga ukurannya menjadi lebih lebar.
Saput yang secara filosofis mengandung makna Rwa Bhineka Saput memiliki dua ukuran yaitu 160 x 80 cm yang disebut dengan patlikur dan 180 x 100 cm yang disebut dengan petang dasa.
Kemudian fungsi selanjutnya adalah sebagai Kalung yang sama maknanya sebagai selendang. Kain ini digunakan sebagai selendang para perempuan saat melakukan ritual tertentu. Motif yang berfungsi sebagai kalung adalah kain tenun gringsing motif wayang, baik itu wayang kebo, wayang putri maupun wayang candi. Kalung pada umumnya berukuran sekitar 60 x 200 cm.
Selanjutnya Kain Wayang Kebo juga difungsikan Anteng. Anteng adalah kain yang digunakan sebagai penutup dada wanita dalam mengikuti ritual tertentu. Ada dua jenis anteng diantaranya yaitu Anteng Cenik, pada umumnya berukuran sekitar 665 x 25 cm. Anteng cenik dapat juga disebut lamak jika digunakan sebagai hiasan dalam pakaian untuk tari Rejang.
Anteng Lumbang, Lumbang dalam bahasa Bali berarti lebar. Maka ukuran anteng lumbang dapat dikatakan lebih besar dari anteng biasanya. Pada umumnya motif dari anteng lumbang adalah Patlikur Isi, Wayang Putri Dan Wayang Kebo.
Sabuk Tubuhan, adalah tenunan panjang utuh yang digunakan oleh para pria dengan cara mengikatkan di pinggang sebagai pengikat saput dan sisa ikatan dilingkarkan di leher. Umumnya berukuran sekitar 20 x 200 cm.
Berdasarkan jenis produk yang dihasilkan, kain tenun Gringsing Wayang Kebo berfungsi sebagai kalung dengan ukuran 60 x 200 cm. “Masyarakat Tenganan Pegringsingan menyebutnya sebagai kalung karena hanya digunakan oleh kaum perempuan. Kalung adalah perhiasan yang hanya digunakan oleh Perempuan,” katanya. (dik)
Editor : I Putu Mardika