Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Motif Kain Wayang Kebo di Tenganan Digunakan saat Potong Gigi hingga Pernikahan

I Putu Mardika • Kamis, 8 Februari 2024 | 19:32 WIB

Gadis Tenganan saat menggunakan Kain Gringsing Motif Wayang Kebo saat ada acara mekare kare atau perang pandang.
Gadis Tenganan saat menggunakan Kain Gringsing Motif Wayang Kebo saat ada acara mekare kare atau perang pandang.
JEMBRANA EXPRESS-Menurut kepercayaan masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem bahwa kain tenun Gringsing Wayang Kebo merupakan kain tenun yang sarat akan makna. Kain tenun Gringsing Wayang Kebo difungsikan sebagai alat untuk ritual atau upacara adat tertentu.

Dijelaskan Kelian Adat Tenganan Putu Yudiana Sesuai dengan warna dasar kain yang cenderung gelap (hitam), masyarakat percaya bahwa kain jenis ini memiliki kekuatan magis sehingga digunakan dalam ritual keagamaan atau adat. Selain itu juga dipercaya untuk menyembuhkan penyakit, menangkal pengaruh buruk dan bertuah menjaga keselamatan masyarakat desa Tenganan Pegringsingan.

Kain tenun Gringsing Wayang Kebo merupakan salah satu pakaian adat yang harus dipakai pada saat upacara atau ritual tertentu seperti upacara potong gigi, upacara pernikahan ataupun upacara keagamaan. Hal tersebut agar agar upacara bisa berjalan lancar serta terhindar dari bahaya karena mendapat perlindungan dari Dewa Indra

Di sisi lain, Golongan Bendesa dalam upacara kematiannya selalu menggunakan kain tenun Gringsing Wayang Kebo sebagai penutup jenazah. Mereka meyakini hal ini, bahwa kain tenun Gringsing Wayang Kebo dapat menetralisir dosa-dosa dari orang yang meninggal.

Selain itu, kain tenun Gringsing Wayang Kebo juga digunakan pada saat sasih kasa. Pada Sasih Kasa terdapat upacara yang mementaskan Tari Rejang selama lima hari berturut-turut dan ditarikan oleh para perempuan yang menginjak dewasa atau biasa disebut dengan daha dan anak-anak.

Para daha menari beriringan/berbaris mengitari tempat suci. Menariknya lagi, para penari wajib menggunakan kain tenun Gringsing Wayang Kebo, yang lebih dikenal dengan istilah nyandang kebo.

“Bagi masyarakat Tenganan Pegringsingan, tari Rejang merupakan tari/pesta atas kembalinya para Dewa ke Kahyangan atas kemenangan Dewa Indra melawan Raja Mayadenawa. Dapat juga disebut sebagai wujud kebahagiaan atau kebanggaan atas kemenangan Dewa Indra,” ungkapnya.

Kain Tenun Gringsing Wayang Kebo juga digunakan pada Sasih Kalima. Selain itu juga dikenal dengan sebutan Usabha Sambah (Upacara Besar). Upacara pada sasih kalima yang menggunakan kain tenun Gringsing Wayang Kebo adalah pada upacara Perang Pandan/Geret Pandan/Mekare-Kare. para perempuan (gadis) wajib menggunakan kain tenun Gringsing Wayang Kebo

Penggunaan kain tenun Gringsing Wayang Kebo pada upacara ini adalah sebagai simbol dukungan yang diberikan para gadis terhadap para petarung. Selain itu, fungsi dari kain tenun Gringsing Wayang Kebo adalah sebagai penolak bala dan dapat menyembuhkan penyakit.

“Kaitannya dengan upacara perang pandan adalah agar peserta yang kesakitan segera disembuhkan oleh Dewa,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Kain Gringsing #nyandang kebo #Desa Adat Tenganan #wayang kebo #ritual #potong gigi #Dewa Indra