Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Puncak Ngusaba Gedebong diawali Ngulan Agung

I Putu Mardika • Minggu, 11 Februari 2024 | 03:56 WIB

Suasana Ngusaba Gedebong saat Purnama Sasih Kawulu di rumah krama ngarep yang ngarangin di Desa Adat Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem beberapa waktu lalu.
Suasana Ngusaba Gedebong saat Purnama Sasih Kawulu di rumah krama ngarep yang ngarangin di Desa Adat Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem beberapa waktu lalu.
JEMBRANA EXPRESS-Upacara Ngusaba Gedebong diawali dengan melaksanakan Upacara Ngulan Agung. Sarana upacara ini menggunakan jambal dan pelegantung yang diambil dari wedalan krama desa dan dihaturkan ke masing-masing pelinggih yang ada di areal Pura Puseh dan Bale Agung.

I Komang Darma Suastika menjelaskan proses pelaksanaan upacara Ngulan Agung dipimpin oleh jero Mangku Puseh. Upacara Ngulan Agung dipusatkan pada Bhatara Ratu Puseh mempunyai tujuan agar sangkepan Bale Agung dan pelaksanaan Ngusabha Gedebong menjadi lancar dan mendapatkan bimbingan, petunjuk, tuntunan dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi di Desa Adat Ngis

Setelah Upacara Ngulan Agung selesai Krama Desa melakukan sangkepan Bale Agung. Jalannya sangkepan Bale Agung di Desa Adat Ngis, didahului dengan melakukan patabuhan tuak/nira yang dilakukan oleh jero saya atas perintah dari Jero Pasek (Bendesa) sebagai pemimpin sangkepan. Petabuhan ini dilakukan di natar Bale Agung dan di lantai Bale Agung

Proses pelaksanaaan upacara Ngusabha Gedebong dilanjutkan dengan dengan melakukan petabuhan. Sebelum pelaksanaan pesangkepan dimulai, dilakukan dahulu petabuhan di natar Bale Agung.

Ketika tuak dituangkan ke tanah, dimaknai sebagai lambang air dan tanah lambang Ibu Pertiwi. Dengan dituangkannya tuak itu ke tanah berarti telah menyirami Ibu Pertiwi dengan air yang bertujuan untuk menyuburkan tanah. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Ngusaba Gedebong itu sendiri yaitu untuk memohon kesuburan kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa agar semua tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh dengan subur

Setelah pesangkepan krama Ngarep di Bale Agung selesai, Krama Desa Ngarep kemudian nunas tirta yang akan digunakan nyiratin aturan di masing-masing sanggahnya. Jero Mangku Puseh memimpin permohonan tirta tersebut di Bale Agung. Setelah memohon tirta barulah upacara dilanjutkan dimasing-masing pekarangan rumah.

Proses jalannya menghaturkan upakara Ngusabha Gedebong di masing- masing karang rumah di awali dengan pembersihan yaitu memakai kerik keramas, dilanjutkan dengan menghaturkan banten ungkab lawang, tehenan, tegteg, bayuhan, bayuhan yang berisi tumpeng bersamaan dengan nyiratang tirta yang tadinya ditunas di Bale Agung.

Dilanjutkan dengan menghaturkan segehan warna di bawah sanggah Gedebong sebagai sajian kepada para bhuta kala serta kekuatan negatif lainnya supaya tidak menggangu jalannya upacara. Dalam menghaturkan segehan warna diikuti dengan menghaturkan petabuhan tuak, arak, berem. Selanjutnya di lanjutkan dengan melaksanakan sembahyang bersama dan diakhiri dengan nunas wangsuhpada atau tirta.

“Harapannya dalam ritual Ngusaba Gedebong ini diberikan kemakmuran, tanah yang subur dan kesejahteraan bagi krama,” singkatnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#karangasem #Ngusaba Gedebong #Manggis #Desa Adat Ngis #ngulan agung