Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Jejak Peninggalan di Pura Samuan Tiga, Bedulu Tempat Penyatuan Sembilan Sekte oleh Mpu Kuturan  

I Putu Mardika • Rabu, 14 Februari 2024 | 23:06 WIB

 

Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar
Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar

JEMBRANA EXPRESS - Pura Samuan Tiga yang berlokasi di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar menjadi saksi bisu adanya pertemuan para pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan sekte pada saat itu.

Pertemuan yang dikenal dengan Pesamuan Agung dipimpin oleh Mpu Kuturan dan dihadiri oleh pemimpin setiap sekte.

Dalam sejumlah prasasti disebutkan pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya.

Baca Juga: Tempat Sembahyang Umat Hindu: Pura Gede Pemayun, Keajaiban Tua dengan Misteri yang Memikat di Bali

Hadirnya berbagai sekte di Bali yang seharusnya membawa keberagaman pada tadisi Bali justru awalnya membawa keributan dan perpecahan antar sekte.

Perpecahan tidak hanya terjadi antar sekte namun juga dalam diri sekte itu sendiri. Sebagai contoh, sekte Wesnawa terpecah menjadi Bhagawata dan Pancaratra.

Tidak hanya sampai disana, Bhagawata dan Pancaratra juga kembali terpecah menjadi beberapa kelompok seperti Madahwa dan Mabhau.

Permasalahan ini tentu saja berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat Bali saat itu.

Setiap sekte memperdebatkan kepercayaannya masing-masing dan berseteru dengan sekte lain.

Baca Juga: Misteri Prosesi Kematian Unik Hindu Bali di Desa Pakraman Sai: Tanpa Ngaben tapi Upacara Nyacahin

Hingga pada akhirnya kondisi ini diketahui oleh raja yang berkuasa saat itu yaitu Raja Udayana dan Ratu Mahendradata atau Gunapriya Dharmapatni.

Guna mendamaikan situasi saat itu, Raja Udayana sampai mendatangkan Mpu Kuturan ke Bali.

Mpu Kuturan diperkirakan datang ke Bali pada tahun 845 Masehi atas permintaan dari Raja Udayana dan Ratu Gunapriya Dharmapatni untuk memimpin pertemuan antara para pimpinan sekte untuk mendamaikan situasi Bali.

“Pura Samuan Tiga secara umum dibagi menjadi tiga mandala atau halaman. Yakni halaman utama, tengah dan jaba sisi. Pada bagian halaman utama ini ada di bagi lagi menjadi tujuh halaman dengan istilah Sapta Loka,” kata Bendesa Pura Samuan Tiga, Gusti Ngurah Made Serana.

Alasan dibagi menjadi tujuh mandala, karena di dalam pura ini terdapat pura lagi jadi masing-masing pura yang terbagi itu diberi halaman-halaman.

Tetapi sesuai tingkatan tetap menggunakan prinsip Bhur, Bvah, Swah. Nah, ketika masuk ke halam pura itu dibagi kembali menjadi tujuh halaman utama, terkait dengan keberadaan pura-pura.

Baca Juga: Jejak Peninggalan di Pura Samuan Tiga, Bedulu Tempat Penyatuan Sembilan Sekte oleh Mpu Kuturan  

Peninggalan yang ada di Pura Samuan Tiga ini, jika melihat sejarahnya dulu di Bali berkembang sekte-sekte aliran kepercayaan, jadi ketika aliran itu raja Udayana merasa suatu keresahan.

Pasalnya, rawan muncul konflik di kalangan masyarakat, dengan munculnya sekte-sekte saat itu seperti sekte Siwa Sidantha, sekte Tantra, yang memuja Ganesha, memuja Ganapati, ada juga yag memuja Siwa.

Baca Juga: Pura Luhur Puncak Sari diyakini Tempat Raja Rapat hingga Pesamuan Ida Bhtara Kabeh

Nah, jumlah sekte itu lengkapnya ada Sembilan. Jadi raja Udayana mempunyai inisiatif untuk menyatukan sekte itu di Pura Bukit Goak. Posisi Pura Bukit Goak di prediksi berlokasi di Pura Samuan Tiga karena lokasinya berada di dataran tinggi.

“Di Pura inilah yang kemudian semua sekte itu di samu atau sangkep istilah Balinya, atau dikumpulkannya semua sekte itu untuk mencari jalan keluar, bagaimana seharusnya pemecahan konflik di masyarakat,” imbuhnya.

Pura Samuan Tiga menjadi bukti dari jejak sejarah pendamaian sekte di Bali yang masih dapat dilihat hingga sekarang. Dari sinilah konsep pemujaan Tri Murti yang berfokus pada 3 dewa utama yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa yang dikenal dengan tri mandala.

“Konsep ini kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat Bali dengan pembangunan Pura Khayangan Tiga di setiap desa adat,” paparnya. (dik).

Editor : I Putu Mardika
#gianyar #Pura Samuan Tiga #Desa Bedulu #sekte #blahbatuh #mpu kuturan #bali