Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Nganten Melalui Upacara Agnihotra: Sebuah Perkawinan Unik dalam Tradisi Hindu di Bali

I Putu Suyatra • Jumat, 16 Februari 2024 | 21:50 WIB

Photo
Photo

JEMBRANA EXPRESS - Di Bali, tradisi perkawinan dalam Agama Hindu tidak hanya menjadi simbol ikatan suci antara dua insan, tetapi juga menjadi perayaan yang penuh makna dan keindahan.

Dikutip dari Bali Express, salah satu tradisi yang mengemuka adalah Nganten, yang melalui Upacara Homayajña atau Agnihotra, membawa nuansa spiritual yang mendalam.

Wiwaha Samskara: Keharuman Ijab Kabul di Hadapan Api Suci

Proses Wiwaha Samskara, atau perkawinan dalam Agama Hindu, dihadiri oleh tiga saksi suci: Dewa Saksi, Manusa Saksi, dan Bhuta Saksi.

Upacara ini mengundang perhatian banyak orang, termasuk pasangan Pande Muktiantara dan Ni Ketut Yuliana, yang baru-baru ini merayakan ikatan suci mereka di depan api suci (2016).

Menurut Pande, menjalani Agnihotra adalah cara bagi mereka untuk mempersembahkan upacara dengan kesempurnaan, sementara Yuliana melihatnya sebagai peluang untuk memahami dan menghormati tradisi Hindu yang dicintai suaminya.

Mengenal Lebih Dekat Fungsi Agni dalam Upacara Perkawinan

Agni, atau api suci, memainkan peran penting dalam meresmikan perkawinan. Dalam peran purohita, Agni tidak hanya memimpin upacara tetapi juga menerima persembahan dari pasangan yang menikah, sesuai dengan ajaran Weda.

Menurut Sira Mpu, prosesi perkawinan harus disaksikan oleh tiga saksi suci, termasuk Dewa Agni, yang memimpin pernikahan menuju kesempurnaan.

Simbolisme dalam Setiap Langkah Prosesi

Setiap langkah dalam prosesi perkawinan Hindu Bali memiliki makna mendalam.

Dari Saptapadi yang melambangkan langkah menuju kehidupan baru hingga momen mempersembahkan makanan dan minuman, setiap tindakan adalah simbol kesucian dan komitmen.

Proses saling menyuapi pisang dan ketupat, sebagai simbol lingga dan yoni, menyoroti kesatuan dan keselarasan dalam ikatan suci.

Menyatukan Tradisi Adat dan Ajaran Weda

Meskipun melibatkan tradisi adat dan ajaran Weda, prosesi perkawinan seperti yang dilakukan oleh Pande dan Yuliana menegaskan pentingnya menjaga keselarasan antara keduanya.

Menggabungkan Agnihotra dengan upacara adat, mereka memastikan kesempurnaan dan keberkahan dalam pernikahan mereka.

Perkawinan dalam Agama Hindu di Bali tidak hanya merupakan seremoni, tetapi juga perayaan spiritual yang memperkuat ikatan antara kedua pasangan.***
 
Editor : I Putu Suyatra
#hindu #bali #pernikahan