Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Janger Kolok Bengkala Kerap dipentaskan untuk bayar Kaul

I Putu Mardika • Sabtu, 24 Februari 2024 | 23:15 WIB

Janger Kolok saat pentas di Desa Bengkala yang juga digunakan sebagai ajang naur sesangi atau kaul
Janger Kolok saat pentas di Desa Bengkala yang juga digunakan sebagai ajang naur sesangi atau kaul
JEMBRANA EXPRESS-Tari Janger Kolok Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng merupakan tari pergaulan atau untuk tujuan hiburan. Sekaa Janger Kolok kerap diundang untuk memeriahkan perhelatan, seperti acara syukuran atau acara khusus lainnya atau diundang untuk pentas oleh orang yang membayar kaul.

Ketua Paguyuban Warga Kolok Bengkala, Ketut Kanta menjelaskan jika dilihat perjalanan panjangnya, janger Kolok Bengkala memang mengalami pasang dan surut. Namun, kesenian ini tetap eksis berkat tangan-tangan dingin para seniman Bengkala yang terus melestarikan kesenian ini.

Bahkan, sebelum pandemi kesenian ini begitu sering pentas. Namun, saat pandemi Covid 19 sempat mati suri selama dua tahun. Hingga akhirnya saat new normal, kesenian unik ini kembali perlahan-lahan bangkit.

Ditanya terkait tempat dan waktu pementasan, Ketut Kanta menyebut menyesuaikan dengan permintaan yang memanggilnya pentas. Khusus di Desa Bengkala tari Janger Kolok sering dipentaskan di aula Balai Desa Bengkala dan KEM Bengkala. Tari Janger Kolok juga rutin dipentaskan pada kegiatan tahunan seperti peringatan Hari Tuli Bisu Sedunia.

Dikatakan Kanta Janger Kolok mulai dikenal dan diterima oleh masyarakat serta banyak mendapat dukungan dan apresiasi. Kemudian Janger Kolok ini mulai dipentaskan di luar Desa Bengkala seperti Karangasem, Negara, Gianyar, Denpasar, bahkan pernah mengikuti Pesta Kesenian Bali pada tahun 2002.

“Tari Janger Kolok ini sudah pentas dimana-mana yang artinya bukan hanya pentas di Desa saja melainkan juga pentas di Luar Desa. Seperti Karangasem, Negara, Gianyar, Denpasar dan masih banyak lagi. Pernah juga kami pentas di PKB, bahkan diundang di acara pertemuan Dokter THT se-Asia Pasifik itu bule-bule saja lagi yang nonton,” jelasnya.

Diceritakan Kanta, ada seorang keluarga asal Kubutambahan akan mementaskan Tari Janger Kolok Desa Bengkala apabila memiliki anak laki-laki. Dan benar saja, keluarga tersebut dikaruniai anak laki-laki. Acara naur sesangi pun sudah dijalankan pada Maret 2013 silam.

“Selain itu, Janger Kolok juga kerap dipentaskan saat upacara pernikahan, tiga bulanan dan memangguh. Fungsinya sama, sebagai sarana hiburan dan membayar sesangi atau kaul,” pungkasnya. (dik)

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
Editor : I Putu Mardika
#janger #kaul #kubutambahan #Kolok #desa bengkala #sekaa