JEMBRANA EXPRESS - Pernahkah Anda mendengar tentang Wuku Wayang? Kelahiran pada Wuku ini memunculkan tradisi Hindu Bali yang menarik dan menyimpan misteri yang belum banyak terungkap.
Bagaimana tidak, bagi umat Hindu Bali yang terlahir di Wuku ke-27 dari total 30 Wuku, Upacara Sapuh Leger menjadi sebuah kewajiban yang mengundang rasa penasaran.
Ternyata, ada kesan tersendiri di masyarakat terkait dengan Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon, yang dikaitkan dengan cerita mistis Bhatara Kala, Putra Dewa Siwa yang berwujud raksasa.
Dikutip dari Bali Express, secara mitologis, Wuku Wayang dianggap sebagai salah satu wuku yang tercemar atau kotor.
Konon, pada saat ini lahirlah Dewa Kala sebagai akibat pertemuan yang tidak wajar antara Batara Siwa dan istrinya Dewi Uma.
Dari sini, masyarakat Bali percaya bahwa setiap anak yang lahir pada Wuku Wayang harus menjalani Upacara Sapuh Leger untuk mendapatkan penyucian khusus.
Ketut Agus Nova, S.Fil.H M.Ag, atau yang akrab disapa Jro Anom, seorang dosen di STAHN Mpu Kuturan, menjelaskan pentingnya Upacara Sapuh Leger bagi mereka yang lahir pada Wuku Wayang.
Menurutnya, ini merujuk pada cerita dalam Lontar Kala Purana yang mengisahkan tentang kelahiran Bhatara Kala.
Dalam Lontar tersebut, disebutkan bahwa Bhatara Kala diberikan restu oleh Dewa Siwa untuk menadah orang-orang yang lahir pada waktu yang sama dengannya, yaitu pada Wuku Wayang, serta orang-orang yang berjalan sandi kaon, kali tepet.
Upacara Sapuh Leger menjadi ritual penting untuk menyucikan dan melukat orang-orang yang lahir pada Wuku Wayang.
Menariknya, Jro Anom juga mengungkapkan bahwa kelahiran pada Wuku Wayang dapat membawa energi negatif yang lebih banyak, dan tanpa Upacara Sapuh Leger, seseorang menjadi rentan untuk mempelajari ilmu hitam.
Filosofi di balik cerita Bhatara Kala memberikan pesan moral tentang pentingnya memahami perjalanan waktu dalam kehidupan manusia.
Wayang, sebagai kesenian terkomplit, menjadi cerminan kehidupan yang mengajarkan kita untuk menikmati setiap momen.
Jadi, selain sebagai sebuah tradisi yang kaya makna, Wuku Wayang juga membawa pesan filosofis yang dalam bagi kehidupan manusia.
Upacara Sapuh Leger bukan sekadar ritual, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan refleksi akan makna hidup. ***