Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tradisi Hindu Bali Unik: Gianyar Memiliki Dua Tradisi Ngelawang yang Mengundang Keajaiban dan Keseruan!

I Putu Mardika • Rabu, 28 Februari 2024 | 00:09 WIB
NGELAWANG: Selain ngelawang Barong Amunduk Taro di Pura Puseh Desa Pakraman Puakan, Taro, Gianyar juga punya tradisi ngelawang Bauh-bauhan yang ada di Desa Saba, Blahbatuh.
NGELAWANG: Selain ngelawang Barong Amunduk Taro di Pura Puseh Desa Pakraman Puakan, Taro, Gianyar juga punya tradisi ngelawang Bauh-bauhan yang ada di Desa Saba, Blahbatuh.

JEMBRANA EXPRESS - Setiap tahunnya, daerah Gianyar, Bali mempersembahkan dua tradisi Hindu Bali ngelawang yang mengagumkan: Ngelawang Amunduk Taro dan Ngelawang Bauh-bauhan.

Kedua tradisi unik Hindu Bali, ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Umanis Galungan dan Kuningan di wilayah ini.

Dikutip dari Bali Express, Ngelawang Amunduk Taro, yang dipimpin oleh Barong Ket, Barong Bangkal, dan Barong Macan, dimulai dari Pura Sabang Daat di Puakan, Taro.

Mengelilingi area sakral, termasuk Pura Puseh Puakan, tradisi ini berfungsi sebagai upaya masyarakat untuk memohon anugerah dan keselamatan dari Tuhan, serta untuk menetralkan energi negatif menjadi positif.

Di sisi lain kota, di Banjar Pinda, Desa Saba, tepatnya, masyarakat merayakan Tradisi Barong Bauh-bauhan dengan penuh semangat.

Anak-anak memainkan peran penting dalam tradisi ini, mengejar Barong Bangkal dan Barong Macan sambil bersorak "Bauh-bauhan".

Setelah berhasil menangkap barong, mereka berlomba-lomba untuk memeluk bagian belakangnya.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ekspresi penghormatan kepada Tuhan, tetapi juga diyakini memberikan perlindungan bagi masyarakat setempat.

Menariknya, selain ngelawang dengan barong yang suci, kini ada pula ngelawang yang melibatkan barong profan, yang bisa ditarikan oleh remaja atau anak-anak.

Perbedaannya terletak pada persembahan yang diberikan; ngelawang dengan barong sakral biasanya dihaturkan sebagai persembahan di depan rumah, sementara ngelawang dengan barong profan biasanya dihargai dengan sejumlah uang sebagai ungkapan terima kasih atas pertunjukan yang telah dilakukan.

“Perbedaannya adalah jika ngelawang barong sakral dihaturkan sarana persembahan di depan rumah, sementara ngelawang barong profan diberikan sejumlah uang sebagai ungkapan terima kasih kepada sekaa barong karena sudah keliling dan menari di depan rumah,” kata Dosen Filsafat Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Putu Ariyasa Darmawan.

Dengan keunikan dan keramahan tradisinya, Gianyar terus mempesona dan memperkaya warisan budaya Bali.

Segera kunjungi Gianyar dan saksikan sendiri keajaiban tradisi-tradisi ini! ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#unik #gianyar #ngelawang #hindu #tradisi #bali