Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Momen Misterius yang Dikelilingi Mitos Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi: Solusi untuk Ibu Hamil yang Ingin Nonton Ogoh-ogoh

I Putu Suyatra • Senin, 11 Maret 2024 | 01:13 WIB
Ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh
JEMBRANA EXPRESS - Sehari menjelang perayaan Hari Raya Nyepi atau saat Pengerupukan, suasana menjadi semakin tegang bagi sebagian umat Hindu Bali.

Dikatakan bahwa hari ini, yang bertepatan dengan Tilem Kasanga dan Kajeng Kliwon nemu Brahma, adalah momen yang sangat angker.

Namun, di balik keangkerannya, berbagai mitos kuno terus berkembang hingga kini.

Dikutip dari Bali Express (Jawa Pos Group), menurut Jro Agni Baradah, seorang tokoh spiritual di Karangasem, momen langka seperti Tilem Kasanga dan Kajeng Kliwon nemu Brahma merupakan waktu yang ideal untuk memperdalam ilmu spiritual.

Namun, mitos yang menyertainya seringkali menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan.

"Ada mitos yang menyebutkan bahwa hari ini sangat berbahaya bagi wanita hamil besar, orang yang akan menikah, atau punya bayi. Namun, hal ini adalah hoax terbesar dalam ilmu mistis," ungkap Jro Agni kepada Bali Express.

Meskipun begitu, kepercayaan tersebut masih tetap mengakar kuat di masyarakat.

Misalnya, orang tua sering melarang bayi yang berusia di bawah 10 bulan untuk ikut keramaian, karena diyakini bahwa bayi pada usia tersebut sangat sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.

Namun, Jro Agni menegaskan bahwa pada zaman modern ini, kondisi sudah berbeda.

"Asal hati-hati saja, keluar pun bukan masalah. Namun, tetap perhatikan kesehatan dan keselamatan diri," katanya.

"Jika seorang ibu hamil mau keluar sudah ndak masalah, asal hati-hati saja. Jaga diri, cukup nonton arakan Ogoh-ogoh dari depan rumah dan bekali diri Anda dengan Jangu (delingu) serta baca Gayatri mantra tiga kali untuk menghindari efek energi tidak baik pada hari itu. Itu sudah cukup dan aman," saran Jro Agni.

Tak hanya itu, ada juga mitos lucu yang berkembang bahwa orang yang akan menikah tidak boleh keluar pada hari itu, karena bisa mendatangkan celaka.

Namun, menurut Jro Agni, hal itu hanya merupakan kekhawatiran dari zaman dahulu yang kini sudah tidak relevan lagi.

Jro Agni juga membahas tentang kegiatan spiritual pada hari tersebut, di mana para praktisi ilmu hitam seringkali melakukan puasa atau mengamalkan mantra-mantra tertentu.

Namun, ia menekankan bahwa kebaikan atau kejahatan dari suatu ilmu tergantung pada niat di baliknya.

Terakhir, Jro Agni menjelaskan tentang makna dari macaru di perempatan, yang sering dijadikan tempat untuk upacara.

Menurutnya, macaru di sana bertujuan untuk menolak energi negatif dan membawa kebaikan bagi manusia, sesuai dengan ajaran spiritual yang dianut.

Dengan demikian, meskipun hari ini dipenuhi dengan mitos dan kepercayaan kuno, penting bagi masyarakat untuk tetap menggunakan akal sehat dan pemahaman yang bijaksana dalam menghadapi Hari Raya Nyepi yang mendekat.

Editor : I Putu Suyatra
#mitos #hindu #tilem #Pengerupukan #kesanga #nyepi #bali