Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Goa Raja Besakih, Tempat Ekor Emas Naga Basuki dipotong oleh Manik Angkeran, Hendak Digunakan untuk Berjudi

I Putu Mardika • Kamis, 21 Maret 2024 | 05:01 WIB

Pura Goa Raja Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem menjadi saksi bisu dipotongnya Ekor Naga Basuki oleh Manik Angkeran
Pura Goa Raja Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem menjadi saksi bisu dipotongnya Ekor Naga Basuki oleh Manik Angkeran
JEMBRANA EXPRESS-Pura Goa Raja yang terletak di areal Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem juga diyakini memiliki keterkaitan yang erat dengan tokoh suci, Dang Hyang Sidhi Mantra dan anaknya Manik Angkeran.

Di lokasi inilah, konon Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki karena ingin memiliki emas yang ada di ekornya untuk digunakan berjudi.

Pengempon Pura Goa Raja, Mangku Kubayan Manik Arjawa menuturkan, dari berbagai refrensi disebutkan jika Manik Angkeran yang gemar berjudi membuat ia terlilit hutang.

Sang Ayah, Dang Hyang Sidhi Mantra pun kebingungan memikirkan nasib Manik Angkeran yang terlilit hutang hingga kerap menghilang.

Beliau kemudian pergi mencari Manik Angkeran hingga ke Pulau Bali. Sampai Di Bali Dang Hyang Sidhi Mantra pergi ke Gua Raja untuk bertanya kepada Hyang Basuki tentang keberadaan Ida Bang Manik Angkeran. Hyang Naga Basuki memberi petunjuk bahwa Manik Angkeran sudah dirumah.

Dang Hyang Sidhi Mantra kembali ke Pulau Jawa dan sampai di rumahnya beliau melihat Manik Angkeran sedang tertidur. Disanalah Dang Hyang Sidi Mantra bercerita kepada istrinya bahwa ia bertemu dengan Hyang Naga Basuki dan diberikan segenggam emas.

Cerita tersebut kemudian didengar oleh Manik Angkeran yang sudah terbangun dari tadi. Manik Angkeran ingin berjudi lagi namun ia tidak memiliki uang. Terlintaslah di pikirannya tentang cerita sang ayah Dang Hyang Sidi Mantra yang mendapatkan emas dari Naga Basuki.

Cepat-cepat Manik Angkeran mengambil genta milik ayahnya sebagai saranan untuk memanggil Naga Basuki. Setelah berasil menemukan genta, Manik Angkeran bergegas pergi ke Pulau Bali menuju Goa Raja untuk bertemu Hyang Naga Basuki.

Sampai Di Goa Raja, Manik Angkeran melakukan pemujaan untuk memanggil Naga Basuki dengan menggunakan genta ayahnya dan dengan menghaturkan sesajen.

Sang Naga Basuki pun keluar dari goa, karena Manik Angkeran sudah menghaturkan sesajen, Naga Basuki memberika emas dua genggam kepada Manik Angkeran.

Naga Basuki pun kembali ke goa. Pada saat Naga Basuki kembali ke dalam goa, Manik Angkeran melihat ekor dari Hyang Naga Basuki berisikan permata, intan dan emas yang sangat indah. 

Manik Angkeran berniat jahat, ia memotong ekor Naga Basuki dan segera pergi membawa potongan ekor yang berisi batu permata dan intan tersebut.

Hyang Naga Basuki sangat sedih dan marah karena Manik Angkeran telah memotong dan mencuri batu permata dan intan yang ada di potongan ekornya itu.

Naga Basuki mematuk jejak kaki Manik Angkeran, dan keluarlah api yang sangat besar. Kemanapun Manik Angkeran berlari api itupun mengikutinya.

Manik Angkeran bersembunyi di hutan cemara. Namun besarnya api tidak bisa dihindari lagi. Dang Hyang Sidhi Mantra kembali mencari Manik Angkeran hingga ke Pulau Bali dan di tengah hutan cemara ditemukan sosok mayat manusia yang sudah hangus.

Sedangkan genta milik Mpu Sidi Mantra yang ditemukan disana merupakan bukti bahwa mayat tersebut adalah anaknya yaitu Bang Manik Angkeran.

Dang Hyang Sidi Mantra sangat sedih melihat putranya sudah meninggal. Datanglah Hyang Naga Basuki menjelaskan semua yang telah terjadi. Dang Hyang Sidhi Mantra memohon kepada Hyang Naga Basuki agar bersedia menghidupkan kembali putanya.

“Hyang Naga Basuki bersedia dengan syarat jika Dang Hyang Sidi Mantra sanggup mengembalikan ekornya seperti semula, Hyang Naga Basuki bersedia menghidupkan kembali Manik Angkeran,” ungkap Mangku Kubayan.

Dang Hyang Sidhi Mantra segera menyanggupi permintaan Hyang Naga Basuki dengan mengucapkan mantra seketika ekor Hyang Naga Basuki kembali seperti semula. Hyang Naga Basuki pun mengeluarkan ajiannya untuk menghidupkan kembali Manik Angkeran.

Ida Manik Angkeran sudah hidup kembali, dan ia meminta maaf kepada Hyang Naga Basuki atas perbuatannya itu.

“Dang Hyang Sidi Mantra selanjutnya memerintahkan Manik Angkeran untuk mengabdi kepada Hyang Naga Basuki agar bisa memperbaiki kebiasaan buruk yang selama ini selalu dilakukannya. Setelah itu beliau kembali ke Pulau Jawa,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Dang Hyang Sidhi Mantra #ekor Emas #Manik Angkeran #Pura Goa Raja #besakih #judi #naga basuki