Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan, Klungkung Dibangun Abad Kesebelas, Diinisiasi Mpu Kuturan  

I Putu Mardika • Minggu, 31 Maret 2024 | 21:47 WIB

 

Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan, kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali
Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan, kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali
JEMBRANA EXPRESS-Pura Goa Lawah memiliki peran vital dalam kehidupan religi umat Hindu di Bali. Pura yang diprakarsai oleh Mpu Kuturan sekitar tahun 1007 Masehi atau Abad ke Sebelas ini diklasifikasikan sebagai bagian dari Pura Sad Kahyangan.

Tidak sulit untuk menjangkau Pura Goa Lawah yang berada di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Pura ini persis berada di pinggir Jalan utama Karangasem-Klungkung. Pura ini juga menjadi destinasi wisata karena terdapat ribuan kelelawar yang menghuni Goa Lawah.

Sebagai bagian dari Sad Kahyangan, Umat Hindu di Bali biasanya melakukan upacara Nyagara Gunung sebagai penutup upacara Atma Wedana atau Nyekah, Memukur atau Maligia.

Upacara ini berfungsi sebagai pemakluman ritual bahwa atman keluarga yang diupacarai itu telah mencapai Dewa Pitara. Upacara ini biasanya dilakukan di Pura Goa Lawah ini, atau di Pura Goa di Kompleks Besakih.

Pemangku Utama Pura Sad Khayangan Goa Lawah Jro Mangku Gde Puja Astawa menjelaskan keberadaan Pura Goa Lawah erat terkait dengan Pura Basakih.

Pura Goa Lawah ini sering pula dikaitkan dengan konsep Puruṣa Pradana.

Dalam hal ini Pura Basakih di lereng Gunung Agung ada dalam posisi sebagai Puruṣa, dan Pura Goa Lawah yang terletak di sebuah perbukitan di pantai Kabupaten Klungkung ini ada pada posisi Pradana.

Nama Pura Goa Lawah itu berasal dari adanya sebuah gua alam besar yang terdapat di bagian belakang dari Pura Goa Lawah itu sendiri.

Goa tersebut dipenuhi dengan ribuan kelelawar atau dalam Bahasa Bali lazim disebut lawah.

Kelelawar ini dilindungi Hukum adat. Artinya, hewan ini terlarang untuk diburu dan ditangkap. Bahkan di puncak Kori Agung yang memisahkan palataran jaba tengah dengan palataran jeroan, terdapat relief kelelawar ini

Lebih jauh Pura Goa Lawah ini sesungguhnya merupakan sebuah pura sagara.

Tujuannya yakni untuk memuja Ida Sang Hyang Widhiwasa dalam prabhawa sebagai Dewa Laut yakni Dewa Baruna.

Dalam konteks ini Lontar Prakampa Gunung Agung berkisah bahwa Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Trimurti untuk menyelamatkan bumi.

Untuk itu Dewa Brahma menjelma menjadi Naga Anantabhoga, Dewa Wíṣṇu menjelma menjadi Naga Basuki, dan Dewa Iswara menjadi Naga Takṣaka.

“Dalam hal ini kepala Naga Basuki yang merupakan penjelmaan Dewa Wíṣṇu itu menghadap ke laut,” katanya.

Ekor Naga Basuki menjadi Gunung Agung, dengan pusatnya di Pura Goa yang merupakan salah satu pura pasanakan Basakih. Sebaliknya, kepala Naga Basuki menjelma menjadi Pura Goa Lawah itu sendiri.

Sedangkan sisik Naga Basuki berubah menjadi pepohonan di hutan lebat sepanjang jalur antara Gunung Agung dan Goa Lawah.

Itu sebabnya konon Pura Goa di Kompleks Basakih itu tembus sampai ke Pura Goa Lawah ini. Sayang bahwa goa itu sendiri kini tertutup reruntuhan, karena gempa bumi yang terjadi pada tahun 1917 yang lalu.

Dijelaskan Jro Mangku Gde Puja Astawa dalam Lontar Usana Bali dan Babad Pasek, Pura Goa Lawah ini didirikan pada sekitar tahun 929 Saka atau 1007 Masehi atas prakarsa Mpu Kuturan.

Menurut sumber yang sama pada abad keempatbelas Masehi, Pura Goa Lawah ini dipugar dan diperluas.

Akan tetapi ada pula sentuhan Danghyang Nirartha di Pura Goa Lawah ini. Lontar Dwijendra Tattwa berkisah bahwa dalam perjalanannya Danghyang Nirartha sampailah di Pantai Kusamba, dan berlanjut ke Goa Lawah.

Di sana Sang Yogi menikmati keindahan gunung di pinggir pantai, menghadap ke Pulau Nusa Panida.

Sang Pandita lalu menghentikan perjalanannya, dan masuk ke gua dan menikmati keberadaan ribuan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua.

“Selanjutnya, dibangunkan sebuah padmasana di sana. Danghyang Nirartha kemudian menamai pura yang bersangkutan sebagai Pura Goa Lawah,” imbuhnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Purusa Pradana #Dawan #goa lawah #Sad kahyangan #klungkung #pura #mpu kuturan #Pesinggahan -Klungkung #Dang Hyang Nirartha