Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Tradisi Unik Hindu Bali: Aci Tatebahan, Saling Pukul Pelepah Pisang untuk Syukur dan Sembuhkan Penyakit

I Wayan Adi Prabawa • Sabtu, 27 April 2024 | 16:16 WIB

ACI TATEBAHAN: Krama Desa Adat Bugbug, Karangasem, melangsungkan tradisi Aci Tatebahan, salah satu tradisi Hindu Bali.
ACI TATEBAHAN: Krama Desa Adat Bugbug, Karangasem, melangsungkan tradisi Aci Tatebahan, salah satu tradisi Hindu Bali.

JEMBRANA EXPRESS - Di Desa Adat Bugbug, Karangasem, terdapat tradisi unik Hindu Bali bernama Aci Tatebahan yang digelar setiap setahun sekali.

Tradisi ini dilakukan sebagai wujud syukur atas hasil pertanian yang melimpah dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

Ritual Penuh Makna

Aci Tatebahan dilaksanakan setiap wewaran beteng menjelang rahina purnama sasih Jyestha.

Pada tradisi ini, masyarakat berkumpul di Pura Bale Agung desa setempat untuk melakukan ritual persembahyangan dan saling pukul menggunakan pelepah pisang.

Baca Juga: Pura Dalem Betawi: Pujawali Tiga Kali Setahun, Ada Tempat Nunas Tamba

Jero Wayan Artana, Ketua Baga Parhyangan Desa Adat Bugbug, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang dilakukan sebagai bentuk rasa bhakti kepada Ida Bhatara Gde Praja Petak atau Ida Bhatara Gde Bandem.

Sesajen yang dihaturkan pun tidak menggunakan daging, melainkan hasil bumi seperti ubi, kacang, dan kelapa yang diparut menjadi telengis.

Menyingkirkan Penyakit dengan Pelepah Pisang

Salah satu momen menarik dalam Aci Tatebahan adalah aksi saling pukul menggunakan pelepah pisang. Tradisi ini dipercaya dapat menghilangkan penyakit yang tumbuh di dalam diri.

Sebelum aksi ini dilakukan, masyarakat terlebih dahulu melakukan persembahyangan di Pura Bale Agung dan ngelungsur wangsuhpada (Tirta Suci) untuk membersihkan diri.

Baca Juga: Pura Dalem Betawi: Perpaduan Hindu-Buddha di Bali, Ada Sambyangan Agung tempat Menerima Tamu Niskala

Kemudian, para krama lanang (laki-laki) membuka baju mereka dan mengambil pelepah pisang yang telah disediakan.

Aksi saling pukul ini tidak hanya dilakukan oleh pemuda, tetapi juga krama yang sudah berkeluarga.

"Hasil pukulan papah itu membuat penyakit menjadi gesar," ujar Jero Artana.

Filosofi di Balik Tradisi

Tradisi Aci Tatebahan bukan sekadar ritual, tetapi memiliki filosofi yang mendalam.

Tradisi ini mengingatkan masyarakat untuk bersyukur atas hasil panen yang melimpah dan menjaga kesehatan diri.

"Pada saat tubuh kita sudah sehat, kita bisa lagi melaksanakan aktivitas seperti biasa, untuk bisa menghasilkan hasil bumi yang baik," jelas Jero Artana.

Baca Juga: Prosesi Nawur Penempuh: Jalani Sembahyang di Tiga Pura, Sarana Babi sebagai Atos

Informasi Tambahan:

Editor : I Putu Suyatra
#unik #karangasem #hindu #tradisi #bali #bugbug