Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Penataran Pande Tamblingan: Pusat Alutsista Era Bali Kuno, Jejak Peradaban Pande di Bali

I Putu Mardika • Sabtu, 27 April 2024 | 19:42 WIB

Pura Penataran Pande Tamblingan di Dusun Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Pura Penataran Pande Tamblingan di Dusun Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng.
BULELENG, JEMBRANA EXPRESS-Pura Penataran Pande Tamblingan, yang terletak di tepi timur Danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng, Bali, menyimpan sejarah panjang sebagai pusat "alutsista" Kerajaan Bali Kuno.

Di sinilah komunitas Pande Tamblingan, terkenal dengan keahliannya dalam membuat senjata pusaka, mendiami dan berkarya.

Pura ini dipercaya sebagai tempat bermukimnya komunitas Pande pertama di Bali.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa komunitas ini telah ada sejak zaman Raja Kesari Warmadewa, raja pertama Kerajaan Bali Kuno pada akhir abad ke-9.

Kemampuan mereka dalam membuat senjata dan baju perang yang kuat tak diragukan lagi.

Bahkan, Majapahit, kerajaan besar di Jawa, begitu ketar-ketir dengan keberadaan mereka.

Saking takutnya, Majapahit sampai mengirim mata-mata untuk mengetahui rahasia pembuatan senjata mereka.

 

Pada abad ke-14, Majapahit melancarkan serangan ke Tamblingan.

Akibatnya, komunitas Pande terpencar ke berbagai wilayah Bali dan menyembunyikan identitas mereka.

Senjata-senjata mereka pun ditenggelamkan di Danau Tamblingan untuk menghindari jatuh ke tangan musuh.

Meskipun komunitas Pande telah sirna, bukti sejarah dan kepercayaan turun temurun masih lestari.

Prasasti Tamblingan tahun 1384 dan 1390 Masehi menunjukkan upaya raja untuk membujuk mereka kembali ke Tamblingan, namun sia-sia.

Ekskavasi di situs Tamblingan juga menemukan berbagai peninggalan kerajinan logam, seperti palungan batu, batu landasan, fragmen mulut perapian, dan lain sebagainya.

Kepercayaan melarang pernikahan antar klan Pande dengan klan lain konon terkait dengan rahasia persenjataan mereka di masa lampau.

Pura Penataran Pande Tamblingan tak hanya menjadi tempat suci bagi umat Hindu, tetapi juga situs penting untuk mempelajari sejarah Bali Kuno.

Di sini, kita diingatkan akan kejayaan komunitas Pande Tamblingan dan keahlian mereka dalam membuat senjata yang menjadi tulang punggung pertahanan Bali di masa lampau.

Pemangku Pura Penataran Pande Tamblingan, Jro Mangku Gede Sutama mengatakan, terkait dengan komunitas warga pande besi di Tamblingan selain disebutkan dalam prasasti Tamblingan tahun 1306 saka juga dimuat dalam prasasti Pura Endek I tahun 844 saka.

Disebutkan juga pada prasasti Pura Endek II tanpa angka tahun, prasasti Pura Endek II tanpa angka tahun, prasasti Pura Endek IV tahun 1041 saka, prasasti Gobleg Pura batur C tahun 1320 saka, prasasti Sepang (Buyan Sanding Tamblingan) dan prasasti Bulian A berangka tahun 1103 saka

Kelompok pande besi di Tamblingan merupakan produsen berbagai peralatan tidak hanya produksi peralatan rumah tangga sehari-hari, tetapi juga mencangkup peralatan upacara dan peralatan perang.

“Produksi peralatan sehari-hari dibuktikan dengan temuan artefak utuh maupun fragmentaris seperti cangkul, sabit, pisau, taji, dan peralatan sejenis lainnya,” jelasnya. (dik)

 

 

Editor : I Putu Mardika
#majapahit #alutsista #tamblingan #Bali Kuno #Pura Penataran Pande Tamblingan #buleleng #pura #bali #Pande