Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Balian di Pura Ulun Danu Batur Seorang Wanita: Gelar Dicabut jika Menikah

I Putu Mardika • Senin, 29 April 2024 | 04:20 WIB

Balian di Pura Ulun Danu Batur adalah seorang wanita yang menjadi pemimpin ritual di Batur
Balian di Pura Ulun Danu Batur adalah seorang wanita yang menjadi pemimpin ritual di Batur
JEMBRANA EXPRESS-Ada yang menarik dari struktur pengempon di Pura Ulun Danu Batur. Dimana, ada peran Balian yang berasal dari kaum wanita.

Bahkan, jika Balian wanita yang kejumput lewat proses nyanjang tersebut menikah, maka secara otomatis hak istimewa sebagai Balian akan dicabut atau digugurkan.

Jro Penyarikan Duuran Batur menyebutkan Struktur Prajuru Desa Adat Batur disebut dengan Manggalaning Setiman.

Manggalaning Setiman berasal dari dua kata, yaitu manggala yang berarti pemimpin atau pemuka agama, sedangkan setiman dalam bahasa Bali berarti empat puluh lima.

Jadi, manggalaning setiman berarti pemuka agama yang berjumlah 45 orang.

Dalam kutipan lontar Raja Purana Pura Ulun Danu Batur disebutkanbahwa kata ‘setiman’ diambil dari jumlah desa yang menjadi pasyan Ida Ratu Sakti Ring Batur yang jumlahnya 45 sehingga disebut Desa Setiman

Struktur Manggalaning Setiman ini memang berkaitan erat dengan keberadaan Pura Ulun Danu Batur sehingga aturan tentang kedudukan, fungsi, dan wewenang Manggalaning Setiman diatur dalam Raja Purana Ulun Danu Batur.

Dimana, Desa Sareng Ululikur ini dibagi menjadi dua, yaitu Desa Sareng Nem dan Desa Sareng Dua Likur (22).

Nah Dane Sareng Nem ini terdiri dari dua Jro Gede, Dua jero Balian dan Jro Penyarikan.

Baca Juga: Pura Ulun Danu Batur Kintamani: Pusat Ritual di Bali, Erat dengan Mitos Gunung dan Danau Batur

Di bawahnya ada petanganan. Yang jumlahnya 22 orang awalnya tetapi di tahun 2010 menjadi 39 pemangku.

Jro Gede juga memiliki gelar sebagai Dalem Sesanglingan. Saat melaksanakan tugas, pirantinya menggunakan dulang.

Bahkan, ketika Jro Gede meninggal atau lebar maka bisa menggunakan bade tumpeng solas.

” Ini legitimasi setara Dalem di Klungkung. Mungkin satu satunya cuma di Batur Jro Gede Duuran dengan petulangan tumpeng solas dan petulangan lembu,” paparnya.

Di bawah Jro Gede ada Jro Balian. Nah Jro Balian inilah secara fungsional dia menjadi penghulu segala macam upakara.

Balian inilah secara fungsional berasal dari kata wali yang berarti upacara.

Segala hal yang berkaitan dengan ritual otoritasnya ada di Jro Balian Alitan dan Dane Duuran

Ia menambahan, seluruh pemucuk terkait upacara mutlak ada di tangan Jro Balian. Namun, hal ini bisa didisposisikan kepada pemangku-pemangku, selama sudah mendapat pangangrahan dari Jro Balian.

“Jro Balian ini adalah seorang perempuan, yang selama menjabat tidak boleh menikah. Karena beliau di adegan memiliki keistimewaan tertenu. Jika seandainya yang bersangkutan menikah, maka jabatannya ditarik. Semua prosesnya melalui nyanjan

Sedangkan peran Jro Penyarikan ini sebagai juru surat dan pilpil. Juru surat disebutnya bertugas nyuratang berbagai hal tentang Batur.

Baik awig-awig, pendapatan dan lain-lain. Sehingga layaknya sebgaai sekretaris dan bendahara

Menurutnya, di Pura Ulun Danu Batur sebesar apapun pujawalinya tidak menggunakan sulinggih. Sebab, pemimpin tertinggi dalam pelaksanaan ritual ada di Jro Balian.

Apapun level bantennya, meskipun pakai bebangkit.

“Terlebih, nabe kami adalah berstana di Pura Jati, yang merupakan Brahmana kependetaan. Jadi seorang pemangku di Batur, tidak akan bisa menjalankan tugasnya apabila tidak melewati mancang karma. Dari sana akan mendapat anugerah dari Pura Jati,” pungkasnya (dik)

Editor : I Putu Mardika
#kintamani #raja purana #BATUR KINTAMANI #bangli #pura ulun danu batur #pura