Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Unik, Kisah Pura Pan Balang Tamak di Nongan: Ada Pelinggih Jero Gede Balang Tamak, Pengempon Krama Subak

I Putu Mardika • Kamis, 2 Mei 2024 | 00:41 WIB

 

Pura Balang Tamak di Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem
Pura Balang Tamak di Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem
JEMBRANA EXPRESS-Cerita Pan Balang Tamak bagi masyarakat Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem bukan sebatas folklore semata.

Mitos ini begitu hidup di sanubari masyarakat Nongan. Bahkan, Masyarakat tradisi lisan ini menjadi keyakinan, dimana Pan Balang Tamak dipuja di Pura Balang Tamak sebagai Jero Gede Balang Tamak.

Pura Balang Tamak terletak di banjar Nongan Kaler, Desa Nongan kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem.

Sejarah pura tidak diketahui secara pasti karena tidak ditemukannya prasasti, hanya berdasarkan mitos dan artefak-artefak yang diyakini sebagai peninggalan Pan Balang Tamak

Baca Juga: Ini Makna Pura Prajapati dalam Yama Purana

Uniknya, pemujaan ini dilakukan oleh masyarakat desa Nongan terutama yang bekerja sebagai petani, baik yang mengelola tegalan (abian) maupun lahan basah (sawah) di Desa Nongan. 

Tidaklah berlebihan karena pura Balang Tamak merupakan hulu dari subak alit (subak kecil) yang ada disekitarnya subak Petian, subak Abian, subak Punagayu, subak Pengiyangan, subak Salak, subak Pura Sisi, subak Bangbang, dan subak Balang Tamak.

Tokoh Adat Nongan I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan Pura Balang Tamak ini ada jika dikaitkkan pada cerita mitos Pan Balang Tamak adalah tempat Pan Balang Tamak melakukan suatu persembahyangan.

Keberadaan Pura Balang Tamak ini memang dibuat oleh Pan Balang Tamak sendiri.

Beliau juga dianggap telah berkontribusi dalam membangun organisasi subak tegal, karena tegal tersebut juga dapat menghasilkan, maka perlulah organisasi yang bisa mengembangkan suatu potensi pada masyarakat yang nantinya juga dapat mensejahterakan.

“Pura Balang Tamak ini diyakini dan disebut Pura Puseh Pan Balang Tamak karena pengemponnya adalah subak-subak yang ada di Nongan. Baik subak tegalan maupun subak lahan basah,” jelasnya.

Karena jasa-jasa beliau itulah maka tempat pemujaan yang dulunya Pan Balang Tamak buat sebagai tempat persembahyangannya, kini dipuja oleh semua masyarakat desa Nongan terutama yang memiliki abian ataupun sawah.

Ia menambahkan, Pura Balang Tamak merupakan pura swagina, yaitu salah satu pura subak abian yang ada di desa Nongan.

Istadewatanya yang dipuja adalah Bhatari Sri. Bagi masyarakat Desa Nongan, Pan Balang Tamak adalah leluhurnya yang berjasa membuka dan menata wilayah perkebunan (abian) di Desa Nongan.

Karena jasa-jasanya itu, roh sucinya distanakan di Pura Balang Tamak dengan gelar Ratu Gede Balang Tamak.

Pemujaan baik kepada Ratu Gede Balang Tamak dan juga Bhatari Sri adalah sebagai rasa puji syukur dengan mempersembahkan pala pada upacara Ngusaba Pala setiap tahun sekali, yaitu pada Purnama Sasih Kaulu.

Melalui upacara tersebut mereka memohon agar kesuburan tanah lestari. Pelaksanaan Ngusaba pala ini merupakan simbol dari ikon Pura Balang Tamak ini.

Kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi akan anugrah yang diberikan sehingga tanah yang digarap menjadi subur dan hasil (pala) yang didapat melimpah ruah.

Di sisi lain, ada pula keberadaan Bale Pegat yang ceritanya erat dengan Pan Balang Tamak. Berdasarkan kutipan cerita mitos Pan Balang Tamak ketika itu masyarakat desa Nongan bergotong royong dalam membenahi sebuah bale.

Perintah dari juru arah (kasinoman) yang tidak jelas, serta kedatangan Pan Balang Tamak yang terlambat karena penentuan waktu yang kurang tepat (turunnya ayam), maka pekerjaan untuk membenahi bale menjadi memotong-motong bale.

Karena itulah bale tersebut menjadi dua bagian, yang kini disebut Bale Pegat.

Pura Bale Pegat ini merupakan pura tempat pesamuan Bhatara yang berstana di Pura Taman Sari.

Di tempat suci ini krama adat Desa Nongan memuja Bhatara Brahma, manifestasi Tuhan dalam aspek-Nya sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Piodalan di pura ini jatuh pada Purnama Sasih Kalima.

Pura Bale Pegat ini sudah pernah diperbaiki, namun strukturnya masih tetap dipertahankan seperti yang dulu.

Di Pura ini terdapat gua kecil, yang katanya tembus di bawah tanah sampai ke tukad Sri namanya, dan masih dapat ditemui sampai sekarang. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#mitos #karangasem #petani #Pan Balang Tamak #Cerita #subak #Desa Nongan #rendang