Persembahyangan dilakukan secara berurutan, menyesuaikan dengan enam pelinggih yang ada di Pura Goa Giri Putri.
Persembahyangan pertama umat Hindu Bali yang nangkil wajib melukat di Linggih Ida Hyang Dewi Gangga dengan cara disiram tirta. tujuannya untuk menyucikan diri agar bersih secara sekala dan niskala.
Setelah melakukan prosesi melukat, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan di Pelinggih Ida Hyang Giri Pati.
Jro Mangku Nyoman Dunia menambahkan persembahyangan selanjutnya dilakukan di Pelinggih Ida Hyang Wisnu dan Sang Hyang Naga Basuki.
Baca Juga: Umat Hindu Wajib Tahu!!Ada Enam Pelinggih di Pura Goa Giri Putri, Ada Simbol Akulturasi Budaya
Pemedek kemudian geser melakukan persembahyangan di Pelinggih Ida Hyang Giri Putri. Usai persembahyangan di tiga titik ini, barulah pemedek berjalan menuju keluar.
Di ujung keluar goa terdapat Klenteng untuk melaksanakan persembahyangan terakhir.
Dikatakan Jro Mangku Dunia, di Pura Goa Giri Putri, tidak ada perbedaan dalam hal pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Termasuk sarana upakara yang disajikan juga nampaknya menunjukkan bentuk multikultur.
Sedangkan, tata cara persembahyangan yang unik dilakukan umat Hindu maupun non-Hindu.
Semisal dengan menyalakan 9 batang dupa dengan ngaturang 3 batang dupa pelinggih Dewi Kwam In dan 3 buah di depan Pangayongan Altar Dewa Langit.
“Di akhir persembahyangan ditutup dengan sujud bhakti berupa sujud 3 kali hormat ke atas dan terakhir dengan sujud diatas tanah tepatnya di depan pelinggih Dewi Kwam In,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika