Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Menakjubkan!! Arca Peninggalan di Pura Kebo Edan ini sakral Berusia Ratusan Tahun, Ada Ajaran Panca Ma

I Putu Mardika • Jumat, 3 Mei 2024 | 02:53 WIB

Arca di Pura Kebo Edan Pejeng, Gianyar
Arca di Pura Kebo Edan Pejeng, Gianyar
JEMBRANA EXPRESS-Ada sejumlah peninggalan di Pura Kebo Edan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali. Arca ini sudah berusia ratusan tahun dan sangat disakralkan. Apa saja peninggalannya?

Sebut saja Arca Siwa Bhairawa ini berukuran tinggi 362 cm, memiliki lebar 177 cm, dan tebal 87 cm.

Arca ini berjumlah 1 buah dan terbuat dari batu padas, yang berwarna abu-abu yang saat ini kondisinya tidak utuh. Arca Siwa Bhairawa ditempatkan di pelinggih Bhatara Siwa Bhearawa.

Pemangku Pura Kebo Edan, Jro Mangku Putu Duaja, 64 menjelaskan, Arca Siwa Bhairawa merupakan arca yang menggambarkan dari Dewa Siwa yang dalam keadaan marah dan menyeramkan.

“Arca ini digambarkan dengan rambut yang ikal dan bergelombang, yang artinya menunjukkan sifat keraksasaan,” katanya.

Arca Siwa Bhairawa ini memiliki bentuk badan yang tegap dan besar berdiri di atas mayat manusia dengan kepala murung dan mata terbuka. Kaki dari arca ini menunjukkan sikap agem yaitu salah satu sikap dalam sebuah tarian.

Pergelangan kaki dan tangannya dililit ular, dan kemaluannya mencuat ke arah kiri yang menyebabkan kakinya tersingkap.

Baca Juga: Jangan Kaget!!Pura Kebo Edan  Dibangun Abad ke 13 Masehi, Jejak Sejarah Aliran Tantrayana di Bali  

Berdasarkan kemaluan dari arca Siwa Bhairawa yang mengarah ke kiri, ini memungkinkan aliran Tantrayana yang dianut pada masa itu adalah Tantrayana aliran kiri (niwerti).

Ia menambahkan, aliran Tantrayana kiri memiliki ajaran bahwa untuk mencapai moksa setiap orang harus berusaha sebanyak-banyaknya melakukan Pancatatwa yang biasa dikenal dengan sebutan 5 Ma yaitu matsya (makan ikan), mamsa (makan daging), mudra (makan padi-padian), mada (minum munuman keras), dan maithuna (melakukan hubungan suami istri).

Selain itu, ada pula peninggalan Arca Bhairawa memiliki ukuran yaitu tinggi 362 cm, lebar 177 cm, dan tebal 87 cm.

Sama halnya dengan arca-arca lainnya arca ini terbuat dari batu padas yang memiliki warna abu-abu dan dalam keadaan tidak utuh.

Arca ini dengan sikap berdiri di atas lapik mayat manusia.

Bagian kepala arca, pandangan wajah sedang melihat ke arah kanan, mata dengan keadaan melotot, pipi menggelembung, memiliki bibir tebal, hidung besar, rambut yang ikal.

Di bagian dahi menggunakan jamang, dan bagian telinga berbentuk lebar dan menggunakan anting-anting panjang.

Sedangkan bagian badan arca, badan bagian depan tertutup oleh mangkok berbentuk tengkorak dengan posisi terbalik.

Dan di bagian kaki, kaki kanan dan kiri sedikit dikekuk ke samping, sehingga terlihat seperti sedang melakukan sebuah tarian. Menggunakan kain sebatas paha, dan beruncal menjuntai sampai ke bawah menyentuh lapik.

Arca raksasa yang berada di Pura Kebo Edan memiliki ukuran tinggi 70 cm, lebar 52 cm, dan ukuran tebl 50 cm.

Arca raksasa ini berjumlah 2 buah dan terbuat dari batu padas yang meiliki warna abuabu. Kondisi dari arca raksasa ini masih utuh.

Kedua arca raksasa ini berfungsi sebagai dwarapala sekaligus sebagai umpak bangunan pelinggih. Kedua arca dengan sikap kaki sedang berjongkok, dada membusung ke depan, kedua tangan diangkat ke atas di samping kepala seakan sedang mengangkat atau mengusung beban.

Dua buah arca ini digambarkan dengan wujud yang menakutkan, mata melotot, mulut sedang menyeringai, memiliki taring yang runcing, rambut yang ikal, dan telinga menggunakan hiasan anting bermotif tengkorak.

Begitu juga badong yang digunakan bersambung dengan hiasan lamak menjuntai ke bawah sampai menyentuh lapik, menggunakan perhiasan tengkorak-tengkorak kecil, begitu juga dengan gelang yang berisi hiasan tengkorak.

Di Pura ini juga ditemukan Arca kerbau yang memiliki ukuran tinggi 64 cm, lebar 94 cm, dan panjang 142 cm.

Bahan dari arca ini yaitu terbuat dari batu padas yang berwarna abu-abu dan dalam keadan atau kondisi tidak utuh

Kemudian Arca Raksasa ini memiliki ukuran yaitu tingi 94 cm, lebar 48 cm, dan tebal 53 cm. Bahan dari arca ini yaitu batu padas yang berwarna abu-abu dan dalam kondisi tidak utuh, patah mulai dari bagian paha sampai kaki.

Selanjutnya Arca Ganesha memiliki ukuran yaitu tinggi 95 cm, lebar 65 cm dan tebal 48 cm. Kondisi dari arca ini dalam keadaan tidak utuh.

“Pura Kebo Edan ini menjadi bukti Sejarah kuatnya jejak Tantrayana di Bali,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#ganesha #raksasa #Siwa Bhairawa #Tantrayana #arca #gianyar #Tampaksiring #desa pejeng #kerbau #hindu bali #pura #kebo edan #bali #dewa siwa