Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kulkul Berbunyi di Pura Agung Menasa diyakini Tanda Gering Agung, Pantang haturkan Sarana Berwarna Merah

I Putu Mardika • Sabtu, 4 Mei 2024 | 03:56 WIB

Kulkul di Pura Agung Menasa yang diyakini memiliki kekuatan mistis
Kulkul di Pura Agung Menasa yang diyakini memiliki kekuatan mistis
JEMBRANA EXPRESS-Selain memiliki keunikan Arca Ganesha yang berusia ratusan tahun,Pura Agung Menasa yang terletak di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan juga memiliki kisah mistis lainnya.

Ada pula keberadaan Kulkul di areal Mandala Pura yang diyakini kerap berbunyi sebagai pertanda adanya merana atau gering agung.

Suara kulkul inipun sering didengar langsung oleh masyarakat yang berada di areal Pura Agung Menasa.

Kelian Adat Sinabun, Gusti Made Parta menyebut jika Kulkul berbahan kayu ini kerap menjadi pertanda adanya merana atau gering agung. Setelah mendengar suara kulkul itu, warga kerap melaksanakan persembahyangan untuk memohon perlindungann-Nya agar dijauhi dari mara bahaya.

“Saya sendiri tidak pernah mendengar secara langsung. Tetapi dari warga kami yang bermukim di areal pura pernah mendengarnya. Memang itu penanda kalau ada bencana gering agung dan kami sangat meyakininya,” jelasnya.

Ia pun tak menampik, saat awal tahun 2020 lalu, Kulkul di areal ini diyakini warga mengeluarkan bunyi sebanyak tiga kali. Tak pelak, suara itu menimbulkan asumsi sebagai penanda adanya wabah Covid-19.

Baca Juga: Pura Agung Menasa di Sinabun: Arca Ganesha Berusia Ratusan Tahun, Konon sudah ada Sejak Abad ke-12

Lalu apakah ada pantangan sarana yang dihaturkan? Jro Parta kembali menegaskan jika masyarakat dilarang mengahturkan sarana berwarna merah saat pujawali.

Baik itu bunga, kue, ataupu sarana yang berwarna merah.

“Jadi semua sudah tahu, kalau yang dihaturkan tidak boleh banten yang ada sarana warna merahnya. Yang boleh itu warna Putih dan Kuning. Resikonya seperti apa kalau melanggar terus terang kami tidak tahu, karena tidak pernah kami melanggarnya, tapi kami sangat meyakininya,” imbuhnya.

Warga Sinabun sebut Jro Parta meyakini jika menggelar upacara yadnya mereka kerap nunas wangsuhpada (tirta) ke Arca Ganesha.

Dengan harapan agar upacara berjalan lancar tanpa halangan.

Para petani juga kerap nunas tirta saat upacara Ngusabha untuk memohon kesuburan dan kemakmuran sehingga panennya berlimpah.

Sejauh ini, pemedek yang nangkil ke Pura Agung Menasa sebut Jro Parta bukan hanya berasal dari tiga desa penyungsung tersebut.

Ada pula pemedek yang berasal dari penjuru Bali bahkan luar Bali seperti Jawa.

Konon mereka nangkil ke Pura Agung Menasa setelah menerima pawisik. “Ada yang nunas tamba, memohon kemakmuran, dan itu keyakinan saja,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#agung #gering #warna merah #hindu bali #Sarana #pura #Pura Agung Menasa #merana