Salah satunya adalah Pura Yeh Lesung yang dijadikan sebagai tempat melakukan penglukatan dan nunas tamba.
Saat menginjakkan kaki di areal pura ini, suasana sangatlah tenang. Karena berada di areal pepohonan yang sangat rindang.
Areal pura juga masih sangat asri sehingga tepat melaksanakan meditasi lantaran memiliki vibrasi yang sangat bagus.
Tokoh masyarakat Bulian, Gede Suardana Putra mengatakan Pura ini terletak di Barat Laut Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan.
Pura ini disungsung oleh masyarakat Desa Bulian pada umumnya.
Keberadaan pura Yeh Lesung diperkirakan sejak datangnya tokoh seorang raja Tabanendra Warmadewa dengan permaisurinya bernama Subhadrika Darmadewi, cucu dari Ugrasena.
Bahkan asal-usul pura Yeh Lesung sangat erat kaitannya dengan sejarah Desa Bulian.
Dalam Sejarah Bali Kuna menyebutkan bahwa Candri Manik yang didirikan oleh tetua Bulian, yang dimaksudkan Candri Manik itu adalah Yeh Lesung.
Baca Juga: Balian di Pura Ulun Danu Batur Seorang Wanita: Gelar Dicabut jika Menikah
Candri itu adalah bulan (sinar) dan Manik artinya kekuatan. “Candri Manik adalah kekuatan sinar pada tirta yang memberikan arti luar biasa bagi kehidupan,” jelasnya.
Aasal-usul dibangunnya pura Yeh Lesung untuk menghormati para raja yang pernah tinggal di Banyubuah.
Pura Yeh Lesung pernah dijadikan tempat kerajaan sebagai perbentengan dan pertahanan.
Di pura ini Juga ditemukan relief sabung ayam yang menandakan adanya pemukiman sejak jaman dahulu.
Selain itu, Purta Yeh Lesung juga tercatat dalam perjalanan Raja Bali yang ke-19 (Ida Bhatara Ratu Hyang) dan tentang Pua Yeh Lesung atau Candi Manik dan Awig-awig Bulian pada Saka 1398 Masehi.
Bila dilihat dari struktur areak, Pura Yeh Lesung terdiri atas dua halaman saja atau dwi mandala. Yaitu madya mandala dan utama mandala.
Terdapat sejumlah gugusan palinggih di areal pura Yeh Lesung.
Palinggih areal jaba pisan meliputi Palinggih Ida Bhatara Ratu Gede Manik Angkeran, Sebelas Bulakan / Lesung pada utama mandala, jeroan terdapat Palinggih Ida Bhatara Ratu Gede Duuran Akasa, Palinggih Ida Bhatara Ratu Ayu Manik Suleca, Palinggih Ida Bhatara Ratu Ayu Manik Subandar, Bale Paruman, dan Apit Lawang.
Pada palinggih-palinggih diyakini memberikan perlindungan bagi krama desa Bulian.
Baca Juga: Pura Pusering Jagat di Desa Adat Jero Kuta Pejeng: Ada Ritual Mapekelem di Telaga Maya
Selain itu, kerap dijadikan sebagai tempat memohon keselamatan, rezki, hingga dijadikan sebagai tempat untuk nunas tamba atau pengobatan alternatif.
Dikatakan Suardana, masyarakat Desa Bulian sangat percaya terhadap pura Yeh Lesung akan mampu memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat.
“Persembahan kami kepada yang berstana di Pura Yeh Lesung sebagai wujud penghormatan atas kesejahteraan, kesehatan dan kemakmuran yang telah diberikan ida sesuhunan kepada warga Desa Bulian,” katanya. (dik)
Editor : I Putu Mardika