Dikatakan Gede Suardana Putra, mata air di Pura Yeh Lesung memang tidak pernah kering. Sekalipun musim kemarau berkepanjang.
Mata air tersebut selalu muncul dari lesung alami berbahan batu tersebut.
Air inilah yang dijadikan sebagai sarana untuk melukat bagi pemedek yang nangkil. Pemedek menggunakan sebelas mata air tersebut untuk melukat.
Mulai dari membasuh rambut, badan hingga kaki.
Baca Juga: Ini Penampakan Pelukatan Raja Bali Kuno di Bulian: Namanya Pura Yeh Lesung, Tempat Memohon Tamba
Masyarakat mempercayai bahwa Melukat di pura Yeh Lesung mampu memberikan kesembuhan. Tirta yang ada di dalam lesung.
Bulakan tersebut terbukti manjut memberi manfaat bagi setiap orang, selama orang itu penuh dengan keikhlasan, yakin dan jujur.
Pemedek yang nangkil ke Pura Yeh Lesung untuk melukat inipun berasal dari berbagai penjuru Bali.
Mereka sengaja nangkil untuk melukat, karena sudah diyakini memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan.
“Hanya diri sendirilah yang mampu merasakan sesuatu sebelum dan sesudah melukat di Pura Yeh Lesung Bulian ini. Tujuannya untuk diberikan kesehatan dan kesembuhan bagi yang sakit,” imbuhnya.
Disinggung terkait pelaksanaan piodalan di pura Yeh Lesung dilaksanakan pada setiap Anggar Kasih Tambir (hari Selasa Keliwon, Wuku Tambir).
Saat pelaksanaan upacara di pura Yeh Lesung menggunakan banten utama berupa banten suci dan tidak memakai sarana persembahan daging hewan suku empat.
“Krama meyakini bahwa hewan berkaki empat melambangkan sifat kemalasan. Sehingga setiap pujawali tidak ada penggunaan sarana hewan berkaki empat untuk dipersembahkan,” tutupnya. (dik)