Punggalan (kepala) Tapakan Nawa Sanga terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sesuai karakter dari Tapakan Nawa Sanggayakni Rahwana, Delem, Sangut, Sugriwa, Sempati, Nila Geni, Anoman, Angada, Anila.
Dikatakan Bendesa Adat Pacung, Made Kariawan pada bagian bibir berwarna merah dan pada bagian mata berwarna hitam serta putih. Kemudian punggalan Tapakan Nawa Sangga berisi hiasan emas dan batu permata.
Simbol-simbol yang terdapat pada Tapakan Nawa Sangga sarat akan makna.
Misalnya, bagian Kepala terdiri dari Wajah sering diistilahkan dengan tapel terbuat dari kayu pule yang dibentuk sesuai dengan masing-masing karakter tapakan.
“Ekspresi yang kuat merupakan simbol pamurtian yaitu menunjukkan kekuatan dan keberanian untuk membasmi segala bentuk kejahatan atau adharma. Kita juga diajarkan bagaimana memiliki keberanian untuk melawan kejahatan,” paparnya
Mata melotot sebagai simbol memiliki pandangan tajam dan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melihat semua kejadian serta selalu berpandangan jauh (dura darsana).
Telinga merupakan simbol berpendengaran yang tajam, dapat membedakan suara dan getaran dari gejala alam (dura srawana).
Hidung sebagai simbol memiliki penciuman yang tajam, segala hal tidak ada yang luput dari penciumanNya. (dura sarwajna).
Baca Juga: Langka!!Tapakan Dewata Nawa Sanga berwujud Wayang Wong di Pura Luhur Pucak Kembar
Sedangkan Mulut terbuka adalah simbol keramahan, bersahaja serta dapat berkomunikasi antara pemuja dengan yang dipuja.
Gigi putih dan taring yang tajam adalah simbol kekuatan yang akan dapat membasmi segala kejahatan. Cudamani yang terletak di antara kedua alis sebagai simbol memiliki kekuatan pikiran yang luar biasa (dura sarwajna).
Selanjutnya Gelungan atau hiasan kepala yang merupakan simbol dari kekuasaan, kemakmuran dan juga keabadian.
Sedangkan simbol Dewata Nawa Sangga atau sembilan Dewa yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menjaga atau menguasai sembilan penjuru mata angin memiliki makna simbil tertentu.
Sebut saja karakter Anoman berwarna putih sebagai perwujudan Sang Hyang Iswara aksaranya Sang sebagai penguasa arah Timur.
Sempati berwarna Merah Muda sebagai Perwujudan Sang Hyang Maheswara aksaranya Nang sebagai penguasa arah Tenggara.
Nila Geni berwarna Merah sebagai perwujudan Sang Hyang Brahma aksaranya “Bang” sebagai penguasa arah selatan.
Sugriwa berwarna Jingga sebagai Perwujudan Sang Hyang Rudra aksaranya “Mang” sebagai penguasa arah Barat daya.
Sangut berwarna kuning sebagai perwujudan Sang Hyang Mahadewa aksaranya “Tang” sebagai penguasa arah Barat.
Anila berwarna Hijau sebagai perwujudan Sang Hyang Sangkara aksaranya “Cing” sebagai penguasa arah Barat Laut. Delem berwarna hitam sebagai Perwujudan Sang Hyang Wisnu aksaranya “Ang” sebagai penguasa arah Utara.
Anggada berwarna merah kehitaman sebagai perwujudan Sang Hyang Cambhu aksaranya Wang sebagai penguasa arah Timur laut.
Sedangkan Rahwana berwarna Coklat sebagai simbol Sang Hyang Siwa aksaranya Ing dan Yang letaknya di Tengah. (dik)
Editor : I Putu Mardika