Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Jangan Usil!! Nangkil di Pura Negara Gambur Anglayang, Kulkul Alit pantang dipukul Sembarangan, Penghuni Niskala Bisa Berdatangan

I Putu Mardika • Minggu, 5 Mei 2024 | 01:23 WIB

Kulkul Alit di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang yang tak bisa sembarangan dibunyikan
Kulkul Alit di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang yang tak bisa sembarangan dibunyikan
JEMBRANA EXPRESS-Keunikan lain yang bisa ditemukan di Pura Negara Gambur Anglayang adalah keberadaan Kempur atau suara tanguran alit atau juga disebut Kulkul Alit.

Sampai sekarang, tidak ada pengempon yang berani membunyikan Kulkul alit itu. karena dianggap sangat sakral. Umat Hindu Bali pasti sangat memahami peran dan fungsi dari kulkul.

Dijelaskan Ida Bagus Mangku Kesama, jika kulkul alit itu posisinya di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang.

Baca Juga: Pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah di Pura Negara Gambur Anglayang: Candi Bentar Selalu Miring, Pantang Persembahkan Daging Babi

Pria yang ngayah sejak tahun 2013 silam menjelakan areal pelinggih yang bersisi kulkul alit tersebut diyakini berfungsi sebagai sarana penjaga secara niskala.

Kalau dilihat secara detail, kulkul itu panjangnya tidak lebih dari 1 meter dan diameter sekitar 20 cm.

Kulkul itu di bagian tengahnya dilubangi secara memanjang untuk memudahkan mengeluarkan suara.

Kulkul alit itu juga memiliki bagian kepala dengan wajah yang sudah diukir menyerupai wajah manusia.

Kulkul Alit di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang yang tak bisa sembarangan dibunyikan
Kulkul Alit di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang yang tak bisa sembarangan dibunyikan

Karena sudah dipasupati, maka tentu menjadi semakin sakral. Akibatnya, tidak ada yang berani sembarangan memukul kulkul.

Tidak terkecuali para pengempon pura maupun prajurunya enggan untuk membunyikan.

Sebab, jika dibunyikan, maka seluruh penghuni alam niskala di areal pura Negara Gambur Anglayang bisa berdatangan.

Penghuni alam niskala tersebut bisa saja marah karena merasa dipermainkan.

Baca Juga: Pelinggih Ratu Bagus Sundawan di Pura Negara Gambur Anglayang: Simbol Keyakinan Kristen, Kerap Mepaica Kain

Diceritakan Mangku Kesama, pernah suatu ketika, seorang pria tua yang sedang mencari kayu bakar iseng untuk memukul kulkul itu.

Lantas apa yang terjadi? Pria tua tersebut dibuat linglung dan bingung lupa arah jalan pulang.

“Sampai muter-muter, tidak bisa pulang. Dia bingung. Sampai akhirnya ngaturang Guru Piduka sebagai bentuk permintaan maaf,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#kulkul #kulkul alit #hindu bali #pura #bali #Pura Negara Gambur Anglayang #Niskala