Sampai sekarang, tidak ada pengempon yang berani membunyikan Kulkul alit itu. karena dianggap sangat sakral. Umat Hindu Bali pasti sangat memahami peran dan fungsi dari kulkul.
Dijelaskan Ida Bagus Mangku Kesama, jika kulkul alit itu posisinya di sebelah utara Pura Negara Gambur Anglayang.
Pria yang ngayah sejak tahun 2013 silam menjelakan areal pelinggih yang bersisi kulkul alit tersebut diyakini berfungsi sebagai sarana penjaga secara niskala.
Kalau dilihat secara detail, kulkul itu panjangnya tidak lebih dari 1 meter dan diameter sekitar 20 cm.
Kulkul itu di bagian tengahnya dilubangi secara memanjang untuk memudahkan mengeluarkan suara.
Kulkul alit itu juga memiliki bagian kepala dengan wajah yang sudah diukir menyerupai wajah manusia.
Karena sudah dipasupati, maka tentu menjadi semakin sakral. Akibatnya, tidak ada yang berani sembarangan memukul kulkul.
Tidak terkecuali para pengempon pura maupun prajurunya enggan untuk membunyikan.
Sebab, jika dibunyikan, maka seluruh penghuni alam niskala di areal pura Negara Gambur Anglayang bisa berdatangan.
Penghuni alam niskala tersebut bisa saja marah karena merasa dipermainkan.
Diceritakan Mangku Kesama, pernah suatu ketika, seorang pria tua yang sedang mencari kayu bakar iseng untuk memukul kulkul itu.
Lantas apa yang terjadi? Pria tua tersebut dibuat linglung dan bingung lupa arah jalan pulang.
“Sampai muter-muter, tidak bisa pulang. Dia bingung. Sampai akhirnya ngaturang Guru Piduka sebagai bentuk permintaan maaf,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika