Pemangku Pura Blanjong, Mangku Made Mawa menjelaskan, di Pura Blanjong terdapat prasasti blanjong, prasasti itu dipahatkan pada tiang/pilar atau tugu batu dengan ukuran tinggi 177 cm dan diameter 62 cm. Bagian atas tugu tersebut terbentuk bunga teratai atau lotus.
“Terdapat teks di bagian prasasti yang dipahatkan/di tulis pada dua sisi yakni sisi barat dengan 6 baris aksara dan sisi tenggara terdiri atas 13 baris aksara,” ungkapnya.
Teks pada sisi barat menggunakan aksara Pre-negari yang biasanya di pakai di India Utara dengan dua bahasa yakni baris 1 dan 3 menggunakan bahasa sansekerta mulai baris 4 sampai 6 menggunakan bahasa Bali Kuno.
Baca Juga: Pura Blanjong di Sanur Kauh Prasasti Berangka Tahun 913M, Pujawali saat Soma Pahing Langkir
Adapun teks pada sisi tenggara menggunakan aksara Bali Kuno dengan bahasa sansekerta.
Selain prasasti blanjong juga terdapat Arca Ganesha berhidung panjang yang terbuat dari batu padas, akan tetapi hidung pada arca ganesha tersebut sudah patah.
Arca Ganesha atau yang di sebut Ganapati yang merupakan pemimpin para gana sering di sebut pula dengan awighneswa yang berarti dewa penghancur halangan, rintangan atau marabahaya.
Dalam Hindu, Dewa Ganesha juga di yakini sebagai dewa ilmu pengetahuan, dewa perang, dan dewa penolak bala.
Dewa ganesha yang merupakan putra Dewa Siwa dan Parwati mendapatkan berkah dari banyak dewa, sehingga hal ini menunjukan kedudukan Dewa Ganesha sebagai perlambang dharma (kebijakan), pengasih, pelindung, kecerdasan dan dewa para yogi
Selain prasasti blanjong, arca ganesha juga terdapat arca nandini/lembu. Arca tersebut menggambarkan sosok lembu, tetapi pada bagian arca tersebut sudah tidak jelas karena rusak.
Arca Nandini juga di sebut seekor lembu putih, kendaraan Dewa Siwa, salah satu dewa dalam Tri Murti selain Brahmana dan Wisnu.
Selain Prasasti Blanjong, Arca Ganesha dan Arca Nandini juga terdapat Arca gajah terdapat juga patung gajah yang berada dalam posisi duduk tanpa lapik, badan gemuk, belalai menjuntai ke bawah dan kaki di lipat ke dalam.
Namun arca gajah ini sudah rusak karena terlalu lama di makan waktu
Selain prasasti blanjong, arca ganesha, arca nandini dan arca gajah juga terdapat Lingga Yoni.
Lingga yoni sebagai simbol Dewa Siwa, yang terbuat dari batu itu merupakan petunjuk bahwa lingga yoni sempat digunakan untuk keperluan ritual.
“Lingga yoni dijadikan sebagai sarana pemujaan untuk memohon kerahayuan,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika