Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Kekuatan Panca Tirta di Pura Ponjok Batu: Tirta di atas Sangku berbau Harum

Dian Suryantini • Rabu, 8 Mei 2024 | 04:51 WIB

Tempat melukat di Pura Ponjok Batu, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula Buleleng
Tempat melukat di Pura Ponjok Batu, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula Buleleng
JEMBRANA EXPRESS-Ada banyak kisah menarik lainnya dari prosesi melukat di Pura Ponjok Batu, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Kisah mistis ini banyak terekam melalui cerita jro mangku di pura ini ketika Umat Hindu Bali nangkil dari berbagai pelosok Bali.

Jro Penyarikan Desa Adat Bangkah, Nyoman Renes menjelaskan selain kekuatan tirta di tempat melukat yang bisa mengeluarkan penyakit non medis, keanehan lainnya juga terjadi tatkala tirta dari panca tirta itu digunakan untuk melakukan proses penyembuhan.

Salah satunya tirta dari Gunung Rinjani. Tirta tersebut terkadang berbau harum.

Selain itu juga ada sangku yang ditemukan di tempat itu. Kadang tirta yang diletakkan dalam sangku itu juga berbau harum.

“Tirta itu baunya harum. Harum sekali. Harumnya beda seperti bunga atau parfum. Beda sekali, tidak bisa saya jelaskan kecuali mengalaminya sendiri. Sangkunya pun sama, kadang tirta yang diletakkan disana juga berbau harum.

Yang merasakan itu pemedek. Mereka mengatakan itu kepada saya. saya pun juga merasakannya. Tapi anehnya 4 tirta lainnya biasa saja. Seperti air tawar pada umumnya. Ada 5 kan, Ada yang dari Gunung Agung, Gunung Rinjani, Gunung Batur, Danau Tamblingan dan Danau Berathan,” tuturnya.

Selama ngayah di pura tersebut, Jro Parsa sering mengalami mimpi-mimpi. Dan mimpi tersebut sering menadi kenyataan.

Jro Parsa pun menceritakan sempat mendapat mimpi, di Bali akan ada bom tapi tidak akan meledak dalam waktu lama.

Dan benar saja, setelah ia mendapat mimpi itu terjadi peristiwa Gunung Agung yang mengalami erupsi pada tahun 2017 lalu.

“Dalam mimpi saya itu saya dihadapkan pada sebuah bom yang tidak akan meledak. Tidak bisa meledak, tapi dia aktif. Setelah itu ada kejadian gunung Agung itu. Saya rasa mimpi saya itu berhubungan. Ini menurut saya. saya juga sering mengalami mimpi lain dan benar-benar menjadi nyata,” kata dia.

Baca Juga: Sakit Non Medis, Coba Nangkil ke Pura Ponjok Batu untuk Melukat: Penyakit Bisa Keluar usai Meminum Tirta

Mimpi yang paing sering dialami adalah kepla Jro Parsa ditabrak-tabrak oleh perahu yang terdapat di tengah laut.

“Kalau mimpi itu berarti saya ada yang menunggu di pura ini. Saya harus datang,” ungkapnya.

Bangunan pelingguh Perahu ini dibuat pada saat pemugaran Pura Purwa Siddhi Ponjok Batu yang dilakukan pada tahun 1994.

Sebelum dibuatkan pelinggih perahu sudah ada batu besar yang menampakkan aura vibrasi yang terang dan berkharisma.

Dan ini juga tak lepas dari keberadaan Dang Hyang Niratha melakukan persinggahan di areal pura.

Diceritakan Dang Hyang Niratha melanjutkan perjalanan ke Lombok, setelah meolong seorang nelayan atau awak perahu asal Lombok yang karam di sekitar pantai Ponjok Batu.

Dikisahkan awak kapal itu melihat batu bersinar ditengah lautan. Batu itu didatangi dan dibelah. Tetapi mereka tidak bisa berangkat sampai datang pertolongan dari Dang Hyang Nirartha.

Batu itu memancarkan sinarnya secara terus-menerus walau telah ditinggalkan oleh Dang Hyang Nirartha.

Kekuatan Pura Purwa Siddhi Ponjok Batu ini pun sangat terasa. Siapa pun yang datang dengan niat buruk akan langsung terungkap.

Orang tersebut langsung tekena petaka seperti tiba-tiba sakit setalah datang dari pura. Atau dibayang-bayangi oleh rencang Ida yang berstana di pura.

Baca Juga: Pura Luhur Natar Sari: Tempat Paruman Barong, Tapakan Berasal dari Lima Kabupaten

“Banyak yang terjadi seperti itu. Makanya tidak boleh asal-asalan bila nangkil ke sini. Akan langsung ketahuan. Langsung sakit. Atau bisa juga dibuntuti atau dibayangi oleh rencang-rencangnya, yang berwujud naga, macan dan yang lainnya.

Yang jelas dibuat tidak tenang. Yang berstana disini adalah Ratu Ngurah Meduwekarag sedangkan di petirtaan Ratu Ayu Mas Mengening,” tutur Jro Penyarikan Desa Adat Bangkah, Nyoman Renes. (dhi)

Editor : I Putu Mardika
#ponjok batu #penyakit #tejakula #hindu #melukat #hindu bali #Non medis #buleleng #pura #Harum #bali #Tirta