Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Sari Besikan di Bungkulan: Tempat Ngaturang Upacara Nangluk Merana, Disungsung Empat Desa

I Putu Mardika • Sabtu, 11 Mei 2024 | 03:50 WIB

 

Gugusan Pelinggi pada Areal Utama Mandala Pura Sari Besikan
Gugusan Pelinggi pada Areal Utama Mandala Pura Sari Besikan
JEMBRANA EXPRESS-Pura Sari Besikan yang merupakan pura dibangun jaman pra Hindu juga menjadi pusat pelaksanaan ritual Nangluk Merana bagi masyarakat Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

Seluruh prosesi dilaksanakan di areal Madya Mandala pura saat Sasih Kenem. Sedangkan ritual ngaturang pekelemnya dilangsungkan di Segara.

Dewa Djareken mengatakan prosesi Ngaturang Aci dan Pekelem yang dilaskanakan setiap tahun untuk Nangluk Sasab Merana menggunakan sarana godel.

Tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit baik yang terlihat secara kasat mata maupun tidak.

Ritual ini juga diambil dari Lontar Roga Sangghara Bumi. Bahkan dijadikan rujukan bagi Umat Hindu Bali dalam menggelar nangluk merana.

Baca Juga: Ini Penampakan Pura yang sudah ada sejak Pra Hindu: Dibangun 684 Masehi, letaknya di Bungkulan

Seluruh krama akan berduyun-duyun ngayah untuk menuntaskan ritual ini.

Uniknya, saat Ngaturang pekelem ke Segara, dilakukan sebelum matahari terbenam.

Keyakinan ini dilakukan secara turun-temurun.

Sesampainya di Segara saat tengah malam usai Melaksanakan prosesi dan persembahyangan, barulah dilakukan dengan ritual ngaturang Pekelem menggunakan sarana godel.

Usai pekelem, krama kemudian kembali ke Pura Sari Besikan sebelum matahari terbit.

Di sisi lain, krama penyungsung Ida Ratu Agung di Pura Sari Besikan ini berasal dari empat desa. Diantaranya Desa Jagaraga, Sangsit Dangin Yeh, Desa Kubutambahan dan Desa Bulian.

Empat desa tersebut dinilai memiliki histori secara niskala dengan Ida Ratu Agung.

 “Kalau ada upacara mekebo (menggunakan sarana kerbau), krama dari empat desa itu tangkil kesini,” jelasnya.

Selain Sasih Kenem, ada juga ritual yang dilaksanakan pada Purnama Saih Kedasa di Pura Sari Besikan ini. 

Baca Juga: Pujawali di Pura Rambut Siwi saat Buda Prangbakat: Ada Prosesi Nedunang Pratima

Krama setempat menyebutnya dengan melisang sepen atau Bhatara turun kabeh. Ritual ini adalah melasti yang dilaksanakan setelah Hari Raya Nyepi.

Sedangkan, pujawali di Prua ini dilaksanakan nyabran Wuku Wraspati Paing Medangsia, setiap enam bulan sekali.

Kemudian untuk Pura Puseh dilaksanakan saat Wraspati Sungsang. 

Pura Desa pujawalinya saat Tumpek Wayang. Kalau Padma Tiga itu saat Tumpek Landep.

“Jadi masing-masing ada pujawalinya,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Pura Sari Besikan #Pra Hindu #hindu #hindu bali #buleleng #pura #Nangluk Merana #bali #sawan #Bungkulan