Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Panglukatan Pura Panca Tirta di Desa Nongan: Empat Mata Air untuk Melukat, Satu Berkhasiat Obat

I Putu Mardika • Rabu, 22 Mei 2024 | 04:16 WIB

 

Tempat melukat di Pura Panca Tirta, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem
Tempat melukat di Pura Panca Tirta, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem
JEMBRANA EXPRESS-Pura Panca Tirta, sebuah tempat penglukatan tersembunyi di Banjar Bujaga, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Pura ini menyimpan daya tarik dan keunikan tersendiri karena mata air di pura ini memiliki khasiat utamanya untuk pengobatan non medis. Tak heran, umat Hindu Bali datang dari berbagai pelosok untuk melukat.

Keberadaan pura ini mungkin belum banyak diketahui. Namun banyak umat Hindu yang nangkil ke pura ini mendapat petunjuk baik dari sisi pawisik maupun secara mulut ke mulut dari pemedek yang pernah nangkil.

Butuh perjuangan untuk menuju Pura Panca Tirta membawa pemedek menyusuri hamparan sawah yang menenangkan, menyusuri jalan setapak di tepi telabah berair bening, dan menuruni jalanan berundak hingga tiba di lokasi yang diapit tebing dan pepohonan rimbun.

Vibrasi spiritual begitu terasa diiringi angin sepoi-sepoi yang membawa kesegaran.

Di sini, pemedek akan menemukan balai bambu yang disediakan untuk para pemedek (pengunjung) beristirahat, lengkap dengan warung jajanan untuk mengisi perut.

Sesuai namanya, Pura Panca Tirta diberkahi dengan lima mata air suci yang masing-masing memiliki fungsi dan khasiat berbeda.

Lima sumber mata air yang disakralkan oleh masyarakat untuk ritual malukat.

Menurut Jro Ketut Mekel, Pemangku Pura Beji Panca Tirta, keberadaan sumber mata air ini sudah ada sejak tahun 1953.

Baca Juga: Pantang Persembahkan daging Babi hingga Gunakan Alas Kaki saat di areal Utama Mandala Pura Kancing Gumi

Pada awalnya, hanya warga sekitar yang datang untuk melakukan penglukatan. Seiring waktu, pura ini mulai dikenal luas dan menarik pemedek dari berbagai daerah.

Awalnya, sang ayah, Jro Mangku Dana yang ngiringang Ratu Gede Balian Sakti, yang berstana di Pura Panca Tirta.

“Namun, kemudian pada tahun 2004, Jro Mangku Dana meninggal dunia, nah kemudian tiang yang mendapat pawisik untuk ngayah,” kenangnya.

Empat dari lima mata air di pura ini digunakan untuk ritual penglukatan atau pembersihan diri. Air suci ini diyakini mampu mengobati penyakit nonmedis, seperti yang disebabkan oleh ilmu hitam, dan membersihkan diri dari hal-hal negatif.

Sedangkan  satu mata air lainnya yang tersembunyi itu hanya bisa digunakan untuk obat. Air dari mata air ini diminum sebanyak sebelas kali dan dipercaya memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa.

Keberadaan patirtaan di Pura Panca Tirta juga memiliki makna spiritual yang mendalam. 

Patirtaan ini diyakini terhubung dengan Ida Ratu Gede Balian Sakti, Ida Bhatarı Gangga, dan Ida Bhatarı Sri Rambut Sedana, yang membawa energi spiritual dan kekuatan penyembuhan.

Suasana Pura Panca Tirta yang tenang dan asri semakin menambah daya tarik tempat ini. Pengunjung yang datang ke sini dapat merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa, serta mendapatkan manfaat spiritual yang luar biasa.

Jro Ketut Mekel menceritakan, pemedekyang paling banyak datang biasanya melakukan pembersihan, atau pemedek yang mengalami sakit medis dan non medis.

“Banyak yang meyakini dan sudah membuktikan, kalau air di pura ini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, seperti magic, kesurupan, bengkak, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, banyak pula yang datang untuk memohon jodoh, keturunan, dan kesembuhan dari penyakit non-medis lainnya,” jelasnya.

Biasanya kebanyakan pemedek jika sakitnya sudah lama, paling cepat 11 kali sudah bisa sembuh, tergantung sakit dan keyakinan masing-masing pemedek.

“Orang memilih melukat di Pura Panca Tirta karena yakin dapat mengobati penyakit medis dan non-medis, serta merasakan keheningan, ketenangan, dan kenyaman di tempat tersebut,” ungkapnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#karangasem #hindu #melukat #hindu bali #pura #bali #Desa Nongan #Panca #Tirta #rendang