Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Goa Selonding di Desa Pecatu Yang Jadi Salah Satu Petilasan Dang Hyang Nirartha Di Bali, Kerap Muncul Suara Gaib Mirip Dengan Gamelan Selonding

I Putu Mardika • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:04 WIB
Pura Goa Selonding yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Pura Goa Selonding yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

JEMBRANAEXPRESS,COM - Pura Goa Selonding, sebuah tempat suci yang memikat, terletak di Banjar Kangin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Meskipun tidak memiliki Gamelan Selonding seperti namanya, pura ini sering kali memancarkan suara gaib yang mirip dengan gamelan Selonding.

Dari Kota Denpasar, perjalanan menuju Pura Goa Selonding hanya memakan waktu sekitar 45 menit dan dapat diakses dengan berbagai moda transportasi.

Begitu memasuki kompleks Pura Selonding, pemedek akan menemukan bangunan wantilan untuk pesandekan atau tempat istirahat.

Sebelum melakukan persembahyangan di Pura Selonding, pemedek akan diajak menuju sebuah goa yang terletak di bawah pura.

Persembahyangan di sebuah goa yang berada dibawah Pura Goa Selonding yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Persembahyangan di sebuah goa yang berada dibawah Pura Goa Selonding yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Goa ini dikenal sebagai Pura Goa Selonding. Untuk mencapainya, pemedek harus berjalan kaki melalui jalan setapak dan beberapa anak tangga.

Pura Goa Selonding ini terletak di pegunungan gamping di semenanjung Benoa, dengan mulut goa yang menghadap ke selatan, menghadap ke laut lepas Samudra Hindia. Pemandangan laut biru yang memukau bisa dinikmati dari sini.

Meskipun ukurannya tidak begitu besar, sinar matahari dapat menembus goa ini, menjadikannya terang dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Hal ini membuat goa ini tidak pengap dan tetap terasa sejuk.

Menurut sejarah, Goa Selonding adalah peninggalan prasejarah, pada masa berburu atau mesolitikum. Dalam penggalian di Goa Selonding, ditemukan berbagai alat, termasuk alat serpih, serut, sudip, dan sejumlah alat dari tulang binatang.

Seiring perkembangannya, Goa Selonding dimanfaatkan sebagai tempat suci karena dianggap memiliki daya magis.

Suara gamelan Selonding sering terdengar di sini, meskipun tidak ada gamelan Selonding yang pernah ada.

Pemangku Pura Goa Selonding, Jero Mangku Nyoman Suprapta, menjelaskan bahwa pura ini juga merupakan petilasan Dang Hyang Nirartha atau Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh.

Air suci atau tirta yang digunakan berasal dari tetesan air dari dinding karang goa. "Air ini sangat disakralkan. Air yang datang dari lapisan batu merupakan keajaiban," katanya.

Suprapta juga menegaskan bahwa Goa Selonding merupakan cagar budaya sehingga tidak boleh direnovasi. Renovasi yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu tidak disarankan oleh Dinas Kebudayaan karena banyak peninggalan sejarah yang ada.

Setelah melakukan persembahyangan di Goa Selonding, pemedek dapat melanjutkan persembahyangan di Pura Selonding.

Di Utama Mandala, terdapat bangunan suci yang penting. Pura ini memiliki kaitan erat dengan Pura Selonding di Besakih yang diperkirakan berasal dari zaman pemerintahan Sri Kesari Warmadewa.

Pura ini diempon oleh Desa Adat Pecatu dan banyak dimanfaatkan oleh pengempon untuk melakukan permohonan keselamatan dan kawisesan. Pujawali pura ini jatuh pada saat Buda Cemeng pada Sasih Karo.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#Pura Goa Selonding #Desa Pecatu #goa #Kuta Selatan #gamelan selonding #bali #badung #Dang Hyang Nirartha