JEMBRANAEXPRESS.COM - Pura Luhur Pucak Sangkur merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat yang terletak di kawasan wisata Bedugul, tepatnya di Desa Adat Kembang Merta, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini menjadi tujuan utama umat Hindu yang memohon tirta untuk berbagai ritual.
Terletak di sisi utara Danau Beratan, perjalanan menuju Pura Luhur Pucak Sangkur memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Denpasar.
Baca Juga: Pura Siwa Budha di Desa Adat Kembang Merta: Dari Penemuan Keris hingga Tempat Memohon Kesembuhan
Akses masuk ke pura ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat, sementara bus belum memungkinkan untuk masuk.
Mendekati area pura, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah Danau Beratan dari ketinggian serta suasana hutan Bukit Sangkur yang asri. Udara yang sejuk dan suasana yang hening menambah vibrasi spiritual di sekitar pura.
Untuk mencapai pura, pemedek harus rela berjalan kaki dari area parkir menuju lokasi pura dengan melewati ratusan anak tangga sepanjang 400 meter.
Sepanjang perjalanan, pemandangan hutan tropis yang masih alami menyapa para pemedek, memberikan kesempatan untuk mengabadikan momen indah tersebut.
Pura Luhur Pucak Sangkur dikenal sebagai tempat pemujaan Ida Bhatara Hyang Pasupati atau Dewa Siwa.
Jero Mangku Wayan Artana, pemangku pura, menjelaskan bahwa nama Pucak Sangkur berasal dari lokasi pura yang berada di atas bukit tetapi di depannya justru buntu, sehingga disebut Puncak Sangkur.
Keberadaan pura ini erat kaitannya dengan cerita turun-temurun mengenai sosok suci bernama Ida Rsi Madura dari Jawa, yang tertulis dalam Lontar Purana Pura Puja Rsi
Dikisahkan, Sang Rsi Madura mendapatkan wahyu untuk menuju Danau Beratan dan akhirnya membangun Pura Parahyangan Puncak Rsi sebagai pemujaan Ida Bhatara Hyang Siwa Pasupati.
Sang Rsi kemudian melanjutkan perjalanan spiritualnya ke berbagai tempat di Bali, termasuk Bukit Asah di mana ia mencapai moksa.
Mangku Wayan Artana menjelaskan bahwa di pura ini dipuja Ida Hyang Pasupati.
Persembahyangan pertama dilakukan di Parahyangan Siwa Budha, di mana Dewa Siwa dan Budha dipuja.
Suasana di sekitar pura yang indah dan sejuk menambah kekhusyukan dalam bersembahyang.
Setelah melaksanakan persembahyangan di Pura Siwa Budha, perjalanan dilanjutkan ke Pura Luhur Pucak Sangkur.
Setibanya di lokasi, aura magis yang kental dibalut hutan lindung menyambut para pemedek, memberikan pengalaman spiritual yang mendalam di tempat suci ini.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa