Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Puri Agung Jro Kuta Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:42 WIB
Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.
Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.

JEMBRANAEXPRESS.COM - Seluruh rangkaian upacara agung Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Puri Agung Jro Kuta, Denpasar, mencapai puncaknya pada Senin (6/10/2025).

Yadnya besar ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, menjadi momen spiritual yang mendalam bagi umat Hindu.

Baca Juga: Buka Google Maps, Turis Perempuan di Denpasar Jadi Korban Jambret, Motor Rusak Korban Terluka

Kesuksesan upacara tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Karena itu, panitia karya beserta keluarga besar Puri Agung Jro Kuta menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat dan pasemetonan yang terlibat, serta mengajak umat Hindu menjadikan upacara ini sebagai sarana introspeksi diri demi kehidupan yang lebih baik.

Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.
Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.

Ketua Panitia Karya, I Gusti Ngurah Bagus Manu Raditya, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan yadnya ini.

Baca Juga: Mendadak Gempar! Pemuda Tulungagung Tewas Gantung Diri di Hutan TAHURA Ngurah Rai Bali

“Atas nama seluruh panitia dan keluarga besar Puri Agung Jro Kuta, kami menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sametonan, masyarakat Kota Denpasar, serta pangempon Pura Luhur Uluwatu yang telah menyukseskan upacara ini,” ujarnya.

Dukungan datang dari Pasemetonan Puri Agung Jro Kuta, Paiketan Semeton Agung Jero Kuta yang tersebar di 23 jero di Denpasar dan Badung, termasuk Jero Kuta Kerobokan dan Jero Tegeh Bongan Tabanan.

Juga dari berbagai Wargi, Pekandelan, Braya Puri, serta tiga banjar penyangga: Panti Gede, Belong Gede, dan Balun.

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Retribusi Pelabuhan Kusamba, Kejari Klungkung Periksa 12 Pejabat Daerah

Manu Raditya menegaskan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci kelancaran yadnya agung ini.

Lebih dari sekadar ritual, ia mengajak umat Hindu menjadikan energi suci dari upacara ini sebagai momentum mulat sarira atau introspeksi diri.

Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.
Karya pedudusann agung lan ngenteg linggih di Puri Agung Jro Kuta.

“Mari kita jadikan upacara ini bukan hanya seremonial, tapi sebagai momentum penyucian diri—membersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan, agar kehidupan di Bali semakin damai dan harmonis,” ujarnya.

Sementara itu, Pangelingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, menjelaskan bahwa Ngenteg Linggih memiliki makna penyucian besar untuk menjaga keseimbangan antara Bhuwana Agung (alam semesta) dan Bhuwana Alit (diri manusia).

Baca Juga: Kebakaran Ludeskan Bengkel Motor di Semarapura, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp70 Juta

“Melalui penyucian ini, diharapkan tercipta keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Keharmonisan ini menjadi tujuan utama yadnya,” tuturnya.

Puncak karya ini merupakan rangkaian dari berbagai upacara sebelumnya.

Pada Minggu (5/10), digelar prosesi Mepeed dan nyanggra Ida Betara Sesuhunan dari Pura Luhur Uluwatu serta Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pemogan.

Kehadiran Ida Sesuhunan dari kedua pura tersebut memiliki makna spiritual dan historis yang mendalam, mengingat Puri Agung Jro Kuta merupakan pangempon Pura Luhur Uluwatu dan memiliki ikatan erat dengan Desa Adat Pemogan.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Kota Wonogiri Hanguskan 300 Kios: 1.300 Pedagang Terdampak, Sumber Api Terungkap

Rangkaian karya juga diawali dengan Tawur Balik Sumpah Utama pada 30 September 2025, sebuah Bhuta Yadnya untuk menetralisir energi negatif menjadi positif.

Upacara dengan skala sebesar ini terakhir kali dilaksanakan sekitar 63 tahun silam, pasca-Karya Naga Banda di Puri Agung Jro Kuta.

“Kami sebagai generasi penerus merasa bangga dan bersyukur mendapat tanggung jawab ini. Seluruh yadnya kami persembahkan untuk Pulau Bali agar senantiasa ajeg, shanti, dan jagadhita,” tutup Manu Raditya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#denpaasar #Ngenteg Linggih #Puri Agung Jrokuta #padudusan agung #tawur balik sumpah