Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Pura Dhangkhayangan Prapat Agung Gelar Karya Mamungkah Pedudusan Agung Menawa Ratna

I Gde Riantory Warmadewa • Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:05 WIB
Prosesi Mendak Pralingga Betara Siwa Budha, hingga upacara Mepepada Wewalungan Pakelem ring  Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Dangkhayangan Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Prosesi Mendak Pralingga Betara Siwa Budha, hingga upacara Mepepada Wewalungan Pakelem ring  Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Dangkhayangan Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

JEMBRANAEXPRESS – Pelaksanaan Karya Mamungkah Pedudusan Agung Ngenteg Lingih Menawa Ratna dan Tawur Labuh Gentuh di Pura Dhangkhayangan Prapat Agung, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Sabtu (11/10), berlangsung penuh makna dan kesakralan.

Dalam upacara besar ini, dilaksanakan dua prosesi penting, yakni mendak pralingga Ida Betara serta mepepada sarana wewalungan yang akan dilarung ke Segara Rupek atau Selat Bali.

Baca Juga: Purnama Kapat, Pemerajan Agung Sakti Padangsambian Gelar Upacara Padudusan Agung dan Menawa Ratna

Prosesi mendak pralingga meliputi Siwa Budha, Melanting, dan Pasupati, yang sebelumnya dipendak dari Pemerajan Manuaba, Tampaksiring, Gianyar, kemudian dibawa ke Pura Dangkhayangan Mertasari, Desa Adat Lokasari, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana untuk prosesi pekoleman (diinapkan).

Setelah semalam menginap di Pura Mertasari, pralingga kemudian diiring menuju Pura Prapat Agung.

Prosesi Mendak Pralingga Betara Siwa Budha, hingga upacara Mepepada Wewalungan Pakelem ring  Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Dangkhayangan Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Prosesi Mendak Pralingga Betara Siwa Budha, hingga upacara Mepepada Wewalungan Pakelem ring  Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Dangkhayangan Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Kedatangan iring-iringan pralingga di pertigaan depan pelinggih pengayat segara disambut dengan upacara pemagpag yang meriah.

Rangkaian penyambutan diiringi Sekaa Wayang Wong Griya Penida Batuagung yang menampilkan tokoh Watek Wenara (pasukan kera) dipimpin Raja Hanoman, sebagai simbol penyambutan kedatangan Ida Betara Pralingga.

Baca Juga: Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Puri Agung Jro Kuta Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Selain itu, turut tampil penari Widyadara-Widyadari dengan iringan sekaa beleganjur yang menggema di sekitar pura.

Suasana menjadi semakin khidmat dengan lantunan puja genta dari para sulinggih dan pemangku, disertai ratusan pemedek pengayah yang berjalan kaki mengiringi pralingga menuju utama mandala.

Sebelum memasuki area utama, dilaksanakan prosesi pecaruan, tetabuhan, dan pemelaspas pralingga di candi bentar madya mandala, sebagai simbol penyucian seluruh sarana dan piranti karya agar bersih dari unsur negatif.

Usai prosesi penyucian, pralingga dimasukkan melalui kori agung untuk kemudian distanakan di pelinggih pepelik.

Baca Juga: Pura Cedok Waru, Jejak Patih Gajah Mada dan Telaga Bertuah di Kuta yang Dipercaya Sembuhkan Penyakit

Sebelum dinaikkan, pralingga diarak tiga kali mengelilingi pura dengan arah murwa daksina (searah jarum jam), diiringi tari Rejang Dewa dan Pendet Teratai Putih.

Seluruh prosesi dipuput oleh Pedanda Siwa Griya Sukataman, didampingi para pemangku dan walaka prawartaka karya.

Sementara itu, upacara mepepada wewalungan dilanjutkan dengan mulang pakelem yang dipusatkan di Segara Selat Bali, Gilimanuk.

Sebelum dilarung, seluruh hewan persembahan seperti kerbau suci (kebo dius merana), anggrek bulan, serta berbagai jenis walungan — mulai dari sapi, anjing bang bungkem, kidang, menjangan, petu (kera), luwak, hingga unggas seperti angsa, bebek, dan ayam — terlebih dahulu disucikan dan dipasangi kain warna urip, disertai percikan tirta dan doa.

Baca Juga: Tradisi Unik Nyepi Uma di Desa Bungkulan Buleleng: Dilaksanakan di Sawah yang Melanggar Didenda

Rangkaian mepepada hingga mulang pakelem ini disanggra semeton Kabupaten Buleleng dan Jembrana, yang turut berpartisipasi dalam yadnya besar tersebut.

Pengelingsir Pengempon, Ida Bagus Susrama, didampingi Prawartaka Karya, Ida Bagus Santa, menjelaskan bahwa hari itu diagendakan dua upacara utama, yakni mendak pralingga serta mepepada walungan yang kemudian dihaturkan ke segara sebagai bagian dari tawur labuh gentuh.

“Kedua rangkaian karya selama dua hari ini disanggra bersama oleh semeton dari Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Setelah prosesi ini, akan dilanjutkan dengan upacara mulang pakelem, mapasar, serta mendak siwi di Pura Melanting,” tutur IB Susrama.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#mapepada #taman nasional bali barat #selat bali #TNBB #Pura Prapat Agung #Labuh Gentuh