Bisnis Hobi Hukrim Jalan-Jalan Ketapang-Gilimanuk Metro Negara News Opini Politika Selebriti Seputar Bali Sport Taksu

Bupati Kembang Tegaskan Lomba Ogoh-Ogoh 2026 Tanpa Titipan, Penilaian Harus Transparan

I Gde Riantory Warmadewa • 2026-03-03 21:35:14

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.

JembranaExpress.Com - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan komitmennya menjaga integritas dan transparansi dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh tahun 2026.

 

Ia menginstruksikan seluruh jajaran dinas serta tim penilai untuk bekerja profesional tanpa intervensi maupun praktik “titipan” pemenang.

Baca Juga: Jelang Idulfitri 2026, Satpol PP Jembrana Intensifkan Pendataan Penduduk Non Permanen

Penegasan tersebut disampaikan saat penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat, subsidi pembuatan ogoh-ogoh, serta insentif Kelian Subak di Wantilan Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Jumat (27/2/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna.

 

“Jangan sampai ada titipan. Jangan bikin saya malu karena saya tidak pernah menitip. Tim penilai harus kredibel, ahli di bidangnya, dan netral,” tegas Bupati Kembang.

 

Ia mengingatkan, ketidakjujuran dalam penilaian hanya akan mematikan kreativitas Sekaa Teruna Teruni (STT). Karena itu, kriteria penilaian harus dibuka secara transparan kepada seluruh peserta.Baca Juga: Kerugian Kebakaran Rumah di Desa Berangbang Jembrana Capai Rp115 Juta, Diduga Akibat Dupa Sembahyang

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, A.A. Komang Sapta Negara, memaparkan bahwa sebanyak 218 STT di seluruh Kabupaten Jembrana menerima subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp 2,5 juta per STT, dengan total anggaran mencapai Rp 600 juta.

 

“Rincian penerima subsidi di Kecamatan Mendoyo 72 STT, Kecamatan Negara 44 STT, Kecamatan Jembrana 37 STT, Kecamatan Melaya 36 STT dan Kecamatan Pekutatan 29 STT,” ujar Sapta Negara.

 

Proses seleksi telah dimulai dengan penilaian tingkat kecamatan pada 25–26 Februari. Selanjutnya, 15 besar terbaik tingkat kabupaten dipilih pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

 

Baca Juga: Sidang Penipuan Vila Rp14,6 M di Tibubeneng Badung: Uang Muka Rp525 Juta Tak Kembali, Eks Suami Terdakwa Bongkar Fakta Mengejutkan

Para finalis akan menerima dana pementasan sebesar Rp 10 juta dan tampil dalam parade Masikian Festival Yowana pada 12 Maret 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Juara pertama disiapkan hadiah uang tunai Rp 20 juta.

 

Selain mendukung kreativitas generasi muda, Pemkab Jembrana juga mengalokasikan BKK Desa Adat senilai Rp 13,3 miliar untuk penguatan adat dan pertanian.

 

Dana tersebut mencakup insentif bulanan bagi Bendesa sebesar Rp 1,7 juta, Kelian Adat Rp 1,2 juta, serta penghargaan bagi Sulinggih Rp 1 juta. Sebanyak 231 Kelian Subak juga menerima insentif Rp 1 juta per bulan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka menjaga lahan pertanian tradisional.

Baca Juga: Satpam Bobol Toko Emas di Loloan Timur, Kerugian Tembus Rp 2,4 Miliar

Di akhir acara, Bupati Kembang berpesan agar setiap pembangunan fisik desa adat, seperti pura, selalu melibatkan arsitek lokal Bali yang memahami konsep Asta Kosala Kosali.

 

“Arsitek Bali paham konsep Asta Kosala Kosali. Libatkan mereka agar bangunan kita tidak hanya kokoh, tapi memiliki nilai estetika dan filosofi yang benar,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#ogoh ogoh #jembrana #nyepi #Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan