Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Baleganjur Remaja Duta Jembrana Memukau PKB 2026, Angkat Makna Mendalam Tradisi Ngajum Sekah

I Gde Riantory Warmadewa • Minggu, 21 Juni 2026 | 15:49 WIB
Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa dari Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya saat tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.
Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa dari Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya saat tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.

JembranaExpress.Com - Penampilan Baleganjur Remaja Duta Kabupaten Jembrana kembali menjadi salah satu suguhan yang paling dinantikan dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Kamis (19/6/2026), Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa dari Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, sukses memukau ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

 

Penampilan yang disaksikan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, tersebut menghadirkan garapan bertajuk “Atma Kerti”, sebuah karya yang berangkat dari tradisi Ngajum Sekah, yakni prosesi merias dan merangkai puspa lingga sebagai simbol atma atau roh.

Baca Juga: Jembrana Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Bupati Kembang: Ini Kewajiban, Bukan Piala Prestasi

Tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Sang Pitara dalam perjalanan menuju kesempurnaan jiwa. Namun, garapan ini tidak hanya memaknai Ngajum Sekah sebagai ritual sakral.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah Ngajum Sekah juga kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang gemar merias diri, meninggikan citra, hingga mempertontonkan ego. Dari dua makna inilah karya “Atma Kerti” dibangun.

 

Melalui monolog yang mengiringi pertunjukan, penonton diajak merenungkan batas tipis antara penghormatan dan kesombongan. Karya tersebut mempertanyakan kembali esensi penghormatan yang selama ini diwujudkan melalui simbol-simbol, di tengah berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang semakin nyata.

Baca Juga: Bupati Kembang Buka Turnamen Futsal KEJORA V, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Jembrana

“Sungai dipenuhi sampah, hutan perlahan menghilang, laut mengembalikan apa yang kita buang, ruang hidup semakin sesak, jalan-jalan semakin padat, dan manusia semakin terburu-buru,” demikian salah satu narasi yang disampaikan dalam pertunjukan.

 

Kegelisahan tersebut kemudian bermuara pada pertanyaan mendasar, apakah yang sesungguhnya dimuliakan manusia saat ini, kesadaran yang hidup di dalam dirinya atau justru simbol-simbol yang dirayakan.

 

Secara musikal, gagasan Ngajum Sekah diterjemahkan ke dalam tubuh baleganjur melalui metode Mayasin atau merias gending. Pola dasar berupa melodi, sukat, tempo, dan ritme dikembangkan melalui lapisan-lapisan ornamentasi yang semakin padat, sebagaimana puspa lingga yang dirangkai dan dihias dalam ritual Ngajum Sekah.

Baca Juga: Pemkab Jembrana Serahkan Santunan Rp12,2 Juta untuk Keluarga PMI yang Meninggal di Jepang

Ornamentasi tersebut menjadi representasi kecenderungan manusia untuk terus memperindah, menambahkan, dan memuliakan bentuk-bentuk simbolik.

 

Pada salah satu bagian garapan, idiom serta estetika permainan Jegog khas Jembrana turut dihadirkan. Kehadiran unsur Jegog tidak hanya menjadi penanda identitas daerah, tetapi juga pengingat bahwa kebanggaan dan penghormatan sering kali berjalan beriringan dengan ego yang ingin ditampilkan.

 

Dengan konsep yang kuat, garapan musikal yang dinamis, serta koreografi yang mendukung alur dramatik pertunjukan, Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa berhasil menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan reflektif tentang kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Adapun tim kreatif di balik garapan ini terdiri dari Gede Yogi Sukawidjana sebagai konseptor, I Kadek Widyawan dan Gede Yogi Sukawidjana sebagai komposer, Agus Onek sebagai koreografer, dengan pembina Toedi Pande dan Bagas Suradinata. Sementara koordinator sekaa dipercayakan kepada I Wayan Sudiartawan.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#pkb 2026 #beleganjur jembrana #ngajum sekah #atma kerti #sekaa beleganjur krishna candaka abinawa