Program Ngaben Massal Gratis Kembang-Ipat Disambut Antusias, Diikuti Ratusan Warga

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:13 WIB
Bupati Kembang didampingi Ketua DPRD Sri Sutharmi saat menghadiri ngupasaksi  rangkaian karya ngaben massal.
Bupati Kembang didampingi Ketua DPRD Sri Sutharmi saat menghadiri ngupasaksi rangkaian karya ngaben massal.

JembranaExpress.Com – Antusiasme masyarakat terhadap Program Ngaben Massal (Atma Wedana) Gratis terus meningkat. Ratusan peserta dari berbagai desa di Kabupaten Jembrana mengikuti program yang menjadi salah satu dari 24 Program Unggulan Kembang-Ipat tersebut.

 

Pada 2026, pelaksanaan ngaben massal dipusatkan di Lapangan Desa Adat Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Meski digelar di satu kecamatan, program ini terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jembrana.

Baca Juga: 10.541 Pekerja Rentan Klungkung Terlindungi BAPAK KEREN, Dua Ahli Waris Terima Santunan Rp84 Juta

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir ngupasaksi pada rangkaian karya ngaben massal, Selasa (28/7) malam, mengaku bahagia melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam menuntaskan kewajiban kepada leluhur.

 

Didampingi Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Bupati Kembang mengatakan program tersebut merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Bali tanpa membebani kondisi ekonomi masyarakat.

 

“Upacara adat dan keagamaan adalah kewajiban kita sebagai krama Bali, tetapi jangan sampai hal tersebut menjadi beban finansial yang berat bagi warga. Melalui program ngaben massal gratis ini, kita ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menunaikan kewajiban kepada leluhur dengan layak, khidmat, dan tanpa rasa cemas soal biaya,” ujarnya.

Baca Juga: BRI Lampaui Target Unit KUR Perumahan, Salurkan 77.592 Unit hingga Juli 2026

Program tersebut disambut positif oleh masyarakat. Selama ini, pelaksanaan upacara Pitra Yadnya secara mandiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

 

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Kembang dan Wabup Ipat. Kalau bikin sendiri biayanya sangat besar, bisa habis belasan hingga puluhan juta. Dengan adanya program gratis ini, kami benar-benar merasa diringankan,” ujar salah seorang peserta.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara menjelaskan program ngaben massal dan metatah massal merupakan program unggulan yang menjadi tanggung jawab dinasnya.

Baca Juga: Cuaca Buruk Hentikan Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, Ratusan Kendaraan Mengular di Pelabuhan

Menurutnya, lokasi pelaksanaan program digilir setiap tahun di masing-masing kecamatan, namun kepesertaan tetap dibuka untuk seluruh masyarakat Jembrana.

 

“Tahun 2026 ini dilaksanakan di Kecamatan Jembrana, tetapi pesertanya dari seluruh Kabupaten Jembrana. Tahun lalu digelar di Kecamatan Mendoyo dengan konsep yang sama,” katanya.

 

Ia merinci, pada pelaksanaan tahun ini terdapat 108 peserta nyekah dan 79 sawa yang mengikuti prosesi ngelungah. Puncak rangkaian Ngaben Massal Gratis dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7), bertepatan dengan Hari Purnama Sasih Karo.

Baca Juga: Rumah Warga di Desa Pengelatan Buleleng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta

Selain mampu menghemat biaya upacara hingga jutaan rupiah bagi setiap keluarga, program ini juga dinilai memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. Pemkab Jembrana berkomitmen untuk terus melanjutkan serta mengembangkan program-program sosial keagamaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan adat dan budaya Bali.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
program ngaben masal atma wedana ngaben gratis Kembang Ipat ngaben kolektif