Tragis! Nembak Ikan, Sigit Purnomo Meninggal di Dasar Laut Gilimanuk

GILIMANUK, JEMBRANA EXPRESS-Sigit Purnomo, warga Lingkungan Penginuman Kelurahan Gilimanuk, Jembrana dilaporkan meninggal di dasar laut saat menyelam untuk menembak ikan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk,Kompol Dewa Putu Werdiana menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari teman korban, Sofi Hadi Sugimanto, 36, dan seorang saksi pada hari Selasa sore sekitar pukul 16.00 WITA, mereka berangkat untuk mencari ikan dengan cara menembak di dasar laut.
"Korban adalah seorang penembak ikan," kata Kapolsek Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Dewa Putu Werdhiana pada Rabu (20/3/2024).
Setelah tiba di pantai, korban dan temannya memilih untuk menyelam di tepi laut sekitar dermaga PLTG Gilimanuk Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk.
Namun, saat mereka sedang menyelam bersama-sama untuk menembak ikan, teman korban naik ke permukaan air lebih dulu.
Sementara itu, korban masih berada di dalam air untuk mengambil panah ikan yang tersangkut di karang dasar laut. Teman yang sudah berada di darat tidak melihat korban naik ke permukaan dalam beberapa menit.
"Korban tidak muncul dalam beberapa menit, teman korban kemudian menghubungi keluarga korban untuk mencarinya," jelasnya.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Penipuan Online, Berikut Ini Pesan Penyidik Polres Jembrana pada Masyarakat
Pencarian dilakukan dengan menyelam ke dasar laut di sekitar lokasi korban menyelam. Akhirnya, korban ditemukan sekitar pukul 20.15 WITA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dia ditemukan telungkup masih menggunakan kacamata dan masker di lokasi awal penyelaman.
Korban yang sudah tidak sadarkan diri dibawa ke Puskesmas II Melaya di Kelurahan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, upaya penyelamatan nyawanya tidak berhasil.
"Korban dinyatakan meninggal dunia, lalu dibawa ke rumah duka," tambahnya.
Kapolsek menjelaskan bahwa lokasi penyelaman korban berjarak sekitar 20 meter dari tepi pantai. Sementara itu, korban ditemukan pada kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan air laut. "Lokasi tersebut masih di sekitar pinggiran namun sudah dalam," katanya.
Korban yang dikenal sering melakukan kegiatan menembak ikan diduga kelelahan saat menyelam sehingga tidak mampu naik ke permukaan air.
"Lokasi kejadian umumnya memiliki arus laut yang kuat di Selat Bali. Korban yang berusaha melawan arus dalam kegiatan menembak ikan diduga kelelahan," tambahnya. (*)



