Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Buruk, Pengendara Terjebak di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Ada yang Pilih Menginap

S
Akibat cuaca buruk antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi tidak hanya didominasi mobil saja namun sepeda motor juga antre berjam-jam.
Akibat cuaca buruk antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi tidak hanya didominasi mobil saja namun sepeda motor juga antre berjam-jam.

JEMBRANAEXPRESS.COM-Kepadatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) dirasakan semua pengendara baik mobil atau sepeda motor.


Advertisement

 

Widianto, 55, seorang pekerja bangunan asal Banyuwangi, mengaku telah menunggu lebih dari dua setengah jam hingga mencapai bibir dermaga.

 

Advertisement

Ia baru saja kembali ke Bali setelah merayakan Idul Adha di Banyuwangi selama sebulan. "Tidak tahu ada apa, baru kali ini kena macet dari Banyuwangi," kata Widianto.

Muahsib, 46, seorang pekerja asal Situbondo, juga mengalami hal serupa. Ia mengaku sudah dua jam mengantre untuk bisa masuk ke dalam kapal, padahal biasanya sepeda motor tidak memerlukan waktu lama untuk masuk.

 

Advertisement

"Ketika saya lewat, di dekat Watudodol sudah padat, ternyata sampai pelabuhan malah macet," ujarnya.

Tidak hanya para pekerja, penumpang yang hendak berlibur ke Bali juga merasakan dampak ramainya penumpang kapal.

 

Yudi, 38, seorang penumpang kapal, menyatakan bahwa ia tiba di Banyuwangi pada Minggu malam. Sejak di Wongsorejo, ia melihat kondisi jalan sudah padat.

Yudi memutuskan untuk menginap di homestay dekat Pelabuhan Ketapang sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Kepadatan masih berlangsung hingga pagi hari. Yudi mengaku masuk ke area Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 08.00, dan sampai pukul 11.00 masih antre menunggu giliran masuk ke kapal.

 

"Saya pikir Senin sudah mulai sepi, ternyata masih ramai. Untungnya cuaca agak mendung, jadi tidak terasa," kata pria asal Mojokerto itu.

Pihak ASDP Ketapang berupaya untuk segera mengurai kepadatan dengan menambah jumlah kapal dan mengoperasikan dermaga Bulusan.

 

"Kita siapkan dermaga Bulusan untuk muat kendaraan dari wilayah Ketapang. Semoga tidak ada cuaca buruk sehingga pelayaran menjadi lancar," ujar General Manager PT ASDP Ketapang, Syamsudin.(*)

 

Advertisement
Editor : Suharnanto Jembrana Express
Sumber : Radar Banyuwangi

Artikel Terkait

Mulai 5 Agustus, ASDP Berlakukan Sterilisasi Penuh di Enam Pelabuhan, Gilimanuk-Ketapang Jadi Prioritas

Mulai 5 Agustus, ASDP Berlakukan Sterilisasi Penuh di Enam Pelabuhan, Gilimanuk-Ketapang Jadi Prioritas

PT ASDP Indonesia Ferry mulai menerapkan sterilisasi penuh di enam pelabuhan utama, termasuk Gilimanuk dan Ketapang, mulai 5 Agustus 2026 untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban layanan penyeberangan nas

Cuaca Buruk Hentikan Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, Ratusan Kendaraan Mengular di Pelabuhan

Cuaca Buruk Hentikan Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, Ratusan Kendaraan Mengular di Pelabuhan

Cuaca buruk memaksa penyeberangan Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara selama sekitar 2,5 jam. Ratusan kendaraan mengantre hingga operasional kembali dibuka.

Distribusi Air Bersih di Negara dan Jembrana Terganggu, IPA Berangbang Sempat Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem

Distribusi Air Bersih di Negara dan Jembrana Terganggu, IPA Berangbang Sempat Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem

Distribusi air bersih di wilayah Negara dan Jembrana terganggu akibat cuaca ekstrem di hulu Bendungan Benel. IPA Berangbang sempat tidak berproduksi normal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer