Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Sampah Jadi Tabungan: Cara Banjar Warnasari Mengubah Limbah Jadi Nilai

I
Warga Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Jembrana merealisasikan inovasi Pengelolaan sampah. (ist)
Warga Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Jembrana merealisasikan inovasi Pengelolaan sampah. (ist)

Advertisement

 

JembranaExpress.Com - Pagi di Jembrana biasanya dimulai seperti di banyak tempat lain, aktivitas rumah tangga, suara kendaraan, dan rutinitas harian. Namun di Banjar Warnasari Kelod, ada satu kebiasaan yang perlahan mengubah wajah lingkungan: memilah sampah dari rumah.

 

Advertisement

Bagi warga di sini, sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang begitu saja. Ia telah berubah menjadi sesuatu yang bernilai bahkan bisa menjadi tabungan.

Di balik perubahan itu, ada sosok I Kadek Sri Rama Usmantara yang mendorong lahirnya sistem pengelolaan sampah berbasis insentif dan disinsentif. Sebuah pendekatan yang sederhana, namun berdampak besar.

Advertisement

Sampah yang telah dipisah dari rumah warga di Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya. (ist)
Sampah yang telah dipisah dari rumah warga di Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya. (ist)

“Kalau warga memilah sampah, mereka hanya membayar residunya saja. Bahkan bisa tertutup dari hasil penjualan sampah,” ujarnya.

 

Sebaliknya, warga yang tidak memilah sampah dikenakan biaya lebih. Skema ini perlahan membentuk kebiasaan baru, bahwa tanggung jawab lingkungan juga punya konsekuensi ekonomi.

 

Namun yang membuat sistem ini berbeda adalah sentuhan digitalnya.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer