SURABAYA, JEMBRANA EXPRESS - Kisah gelap di dunia sepak bola Indonesia mencuat kembali dengan kebusukan tokoh sepak bola, Vigit Waluyo.
Selain sebagai pelaku korupsi dalam kasus dana pinjaman PDAM Sidoarjo, Vigit Waluyo juga menjadi sentral skandal pengaturan skor di Liga 2 Indonesia tahun 2018.
Profil Singkat Vigit Waluyo: Pengusaha dan Figur Sepak Bola
Vigit Waluyo, pengusaha Indonesia, memiliki ikatan erat dengan sepak bola.
Ayahnya, HM Mislan, tokoh bola Indonesia, membentuk klub Gelora Dewata Bali pada 1980-an.
Vigit Waluyo terlibat aktif dalam sepak bola sejak 2008, menjadi pemilik klub seperti PSMP dan mengelola klub-klub ternama di Indonesia.
Keterlibatan Vigit Waluyo di PSSI Jawa Timur
Selain menjadi pemilik klub, Vigit Waluyo memiliki peran penting di PSSI Jawa Timur, termasuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Pengprov.
Namun, keberhasilannya ini tercoreng oleh kasus korupsi dana pinjaman PDAM Sidoarjo pada 2010, yang mengakibatkannya dipenjara.
Kasus Match Fixing: Skandal 2019 dan Larangan Seumur Hidup
Vigit Waluyo juga tersangka dalam kasus match fixing pada 2019, di mana dia diduga terlibat dalam memanipulasi jalannya pertandingan untuk mengangkat PS Mojokerto Putra dari Liga 3 ke Liga 2.
Akibatnya, PSMP dihukum larangan bermain di Liga 2, dan Vigit Waluyo dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.
Kembalinya sebagai Tersangka Match Fixing 2023
Pada 2023, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Vigit Waluyo kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus match fixing Liga 2 Indonesia 2018.
Meski belum ditahan karena masalah kesehatan, Vigit Waluyo kini dihadapkan pada penegakan hukum.
Penanganan Kasus dan Dampak pada Dunia Sepak Bola Indonesia
Satgas Anti Mafia Bola Polri menetapkan Vigit Waluyo sebagai salah satu dari delapan tersangka kasus match fixing Liga 2 2018.
Penahanan dilakukan pada 20 Desember 2023, untuk memfasilitasi penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini bukan hanya mencoreng nama Vigit Waluyo, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi.
Dampak dan Langkah Menuju Kejujuran Sepak Bola Indonesia
Keterlibatan Vigit Waluyo dalam praktik-praktik tidak etis menciptakan keraguan dan ketidakpercayaan.
Langkah tegas dan transparansi dalam penanganan kasus menjadi kunci untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari praktik merugikan ini.
Upaya bersama dari pihak berwenang, peradilan, dan publik diperlukan untuk mengembalikan kehormatan dan integritas dunia sepak bola Indonesia. (*)